PALANGKA RAYA — Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Kalimantan Tengah memastikan proses pendaftaran calon ketua berjalan sesuai jadwal. Pendaftaran dibuka sejak Rabu 26 November 2025 dan hanya berlangsung hingga Kamis, dengan batas pengembalian formulir pukul 18.00 WIB.
“Kami masih menerima pendaftaran sampai besok, tetapi pengembaliannya juga kami batasi sampai pukul 18.00 WIB,” ujar Steering Committee (SC) Musda, Siti Nafsiah, saat ditemui wartawan di Kantor DPD Golkar Kalteng, Rabu 26 November 2025. Siti menjelaskan seluruh kelengkapan administrasi akan dijelaskan langsung saat pengambilan berkas. Pihak SC tidak membagikan syarat sebelumnya untuk menjaga ketertiban mekanisme.
“Banyak yang bertanya syaratnya apa. Saya sampaikan, syarat itu hanya kami serahkan saat pengambilan berkas secara resmi,” tegasnya. Terkait kemungkinan hanya satu kandidat yang mendaftar, ia menegaskan aturan partai sudah mengatur mekanismenya. Menurut Siti, beberapa pihak sudah menghubungi SC untuk menanyakan teknis pendaftaran. Namun, ia memastikan bukan dari tim calon tertentu.
“Bukan tim walikota. Ada beberapa ketua DPD yang menanyakan langsung. Wajar lah,” katanya. SC juga memastikan kesiapan panitia selama proses berlangsung. “Kami tetap stand by di sini. Tim kami banyak. Bahkan tadi Pak Edy juga bilang saat didewan, ‘Kalau bisa hari ini, silakan.’ Jadi kami siap,” ungkapnya.
Selain teknis pendaftaran, Siti membenarkan rencana kehadiran Menteri ESDM Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia pada pembukaan Musda. “Pak Bahlil rencananya tiba sore, jadi pembukaan digeser menjadi pukul 15.00 WIB. Rencananya Musda berlangsung dua hari,” ujarnya. Dia memastikan tanggal pelaksanaan tidak berubah.
“Sudah pasti tanggal 29. Karena tim dari kementerian ada, tim dari Ketua Umum juga sudah ada. Jadi tanggalnya fix, jamnya saja yang menyesuaikan,” jelasnya. Sejumlah tokoh nasional juga dijadwalkan hadir. “Ada Pak Mukhtarudin, kemudian Sekjen Pak Wihaji. Untuk yang lainnya itu ranah OC, bukan saya yang mengurus,” tambahnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post