PALANGKA RAYA – Kader senior Golkar Kalteng, Edy Pratowo, resmi menjadi salah satu pendaftar pada hari pertama jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 Partai Golkar Kalteng yang akan digelar 29 November 2025, Rabu 26 November 2025. Hal itu disampaikannya usai mengambil formulir pendaftaran di kantor DPD Golkar Kalteng.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada DPD Partai Golkar dan teman-teman Steering Committee yang telah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan Musda ke-11,” ujar Edy, saat diwawancarai wartawan usai mengambil formulir di DPD Golkar Kalteng. Edy menegaskan bahwa dirinya mendaftar pada hari pertama pembukaan pendaftaran. Pengambalian formulir akan dilengkapi sesuai batas waktu yang berlaku. “Pendaftaran dibuka sejak hari ini, dan pengambilan formulir akan kami lengkapi sampai besok pukul 18.00 WIB,” jelasnya.
Edy menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari menjaga kesinambungan internal partai. “Tujuan kami mendaftar ini adalah untuk memastikan keberlanjutan kader Partai Golkar. DPD memberikan kesempatan bagi seluruh kader untuk mendaftar, dan kami mengambil kesempatan tersebut,” katanya. Terkait kelengkapan berkas, Edy memastikan seluruh mekanisme telah diatur panitia.
“Semua kelengkapan persyaratan sudah diatur, termasuk ketentuan persentasenya. Berkas akan diperiksa dan diverifikasi oleh SC, dan hasilnya nanti terlihat setelah dikembalikan,” terang Edy. Edy menampik bahwa pencalonannya terkait persiapan menuju 2029, dan menegaskan langkahnya hanya mengikuti mekanisme partai yang memasuki akhir masa kepengurusan. “Tidak, kami belum berpikir sampai ke sana. Dari sekian banyak kader potensial, memang ada beberapa bupati yang sangat potensial.
Saya sebagai Wakil Gubernur dan Kader Golkar Lainnya juga memperoleh kesempatan yang sama karena kepengurusan sebelumnya akan berakhir,” ucapnya. Ia juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan kepemimpinan yang sudah berjalan. “Apa yang sudah dilaksanakan oleh Ketua Bapak Haji Ruslan tentu akan kami lanjutkan, baik program-program, konsolidasi, maupun langkah menghadapi pemilu mendatang,” katanya. Menurutnya, target Golkar tetap jelas dan realistis.
“Target kami sederhana: Golkar dapat menambah kursi dan terus memperkuat posisi partai,” ungkapnya. Soal kesiapan menghadapi hasil Musda nanti, Edy menegaskan dirinya siap menjalankan keputusan forum. “Ya, kami melanjutkan apa yang sudah baik. Ini tugas berat karena keberhasilan sebelumnya luar biasa. Harapannya, siapa pun yang ditunjuk dari hasil Musda, kita bisa bergandengan tangan menghadapi peluang ke depan dan meraih yang terbaik bersama,” pungkasnya.

Edy Pastikan Langkahnya di Musda Golkar, Serahkan Mekanisme ke Forum
Sementara itu, Kader potensial Partai Golkar Kalteng, Edy Pratowo, memastikan akan mengambil formulir pendaftaran menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kalteng yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November mendatang. Kepastian itu disampaikannya saat ditemui di Kantor DPRD Kalteng. “Hari ini rencananya saya mengambil formulir pendaftaran,” ujar Edy. Dia menyebut Ketua Umum Partai Golkar menginginkan pelaksanaan Musda berjalan sesuai agenda dan tetap kondusif.
“Pak Ketum menyampaikan bahwa Musda Golkar Kalimantan Tengah yang dijadwalkan tanggal 29 diharapkan bisa dilaksanakan dengan baik. Tanggal 29 itu Musda di Kalteng, tanggal 30 di Kaltara. Jadi roadshow Pak Ketum dimulai dari Kalteng lalu Kaltara. Kalbar setelahnya, tapi belum dijadwalkan,” jelasnya. Soal mekanisme Musda, Edy menyerahkan sepenuhnya kepada forum peserta. “Untuk mekanisme pelaksanaan Musda, saya serahkan kepada forum.
Yang pasti hari ini saya mengambil formulir karena waktunya dari SC adalah hari ini,” katanya. Ketika ditanya apakah dirinya pasti mendaftar, Edy menjawab singkat, “Insyaallah.” Ia menegaskan langkahnya maju atas dorongan dari struktur partai. “Saya ini hanya kader. Kalau mendaftar karena ada dorongan dari teman-teman, baik dari DPP, DPD I maupun DPD II,” terangnya. Terkait dukungan 14 kabupaten/kota, Edy menekankan bahwa Golkar memiliki tradisi musyawarah.
“Golkar selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Dalam pelaksanaan Musda bisa melalui aklamasi atau voting. Harapan kita bisa tetap utuh,” ucapnya. Mengenai komunikasi dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Edy memastikan hubungan tetap berjalan baik. “Baik saja,” katanya. Namun saat ditanya arah dukungan Bahlil, ia memilih tidak membeberkan lebih jauh. “Nanti dikasih tahu malah,” ujarnya sambil tersenyum.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post