SAMPIT – Kegiatan pemberdayaan lansia melalui Sekolah Lansia Smart BKL Karya Nirantara Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur kembali menjadi perhatian karena mampu menghadirkan ruang belajar yang bermakna bagi warga usia indah.
Program ini berjalan dengan tema Lansia Berdaya, yang menekankan pentingnya menjaga kualitas hidup di masa senja melalui aktivitas pendidikan, kebersamaan, dan pembinaan kesehatan.
Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Amalia D. Susanti, mengapresiasi penuh upaya para lansia yang terus aktif berkegiatan dan menunjukkan semangat luar biasa.
“Di usia lansia itu masih bisa berkarya untuk masyarakat, itu luar biasa. Ini membuat kami yang masih muda menjadi belajar bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang. Semangat mereka selalu muda, tetap aktif, tetap berkarya, menjaga kesehatan,” ujarnya, Rabu 26 November 2025.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung penyelenggaraan sekolah lansia, mulai dari Pemkab Kotawaringin Timur, dinas-dinas terkait, mitra kerja, hingga kader-kader bina lansia dan para penyuluh.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan bersama serta swadaya yang dilakukan oleh masyarakat dan perangkat daerah.
“Semoga apa yang sudah Bapak Ibu lakukan menjadi berkah, menjadi pahala. Karena kami di provinsi hanya mendukung saat wisudanya saja. Sehari-harinya, banyak yang berjalan dari swadaya dinas, warga, bahkan pensiunan. Luar biasa bisa sampai titik ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Amalia menjelaskan bahwa sekolah lansia merupakan program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) untuk menjawab meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut.
Dengan bertambahnya angka harapan hidup, jumlah warga usia indah juga naik, sehingga diperlukan wadah untuk membantu mereka tetap aktif dan berkualitas.
“Penyakit utama lansia sering kali kesepian. Meski ada cucu di rumah, tetap berbeda rasanya bergaul dengan teman sebaya. Lewat wadah ini, meskipun sekolahnya santai, mereka bisa belajar, berkumpul, dan suasana hati jadi lebih bahagia. Kalau bahagia, kesehatannya pun lebih baik,” jelasnya.
Salah satu peserta, Sutomo, turut menyampaikan harapannya agar program pembinaan lansia terus memberikan manfaat lebih luas. Ia berharap semakin banyak warga lansia yang dapat merasakan kesempatan belajar sebagaimana yang mereka jalani selama ini.
“Diharapkan ke depan bukan hanya kami saja, tetapi para lansia lain juga bisa mendapatkan ilmu dari program-program yang dicanangkan BKKBN. Harapan kami program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut sehingga semua lansia, terutama di Kotim, bisa menikmati edukasi ini,” ucapnya.
Sutomo juga mengingat kembali perjalanan mereka yang dimulai sejak 19 Desember 2024 saat dilantik sebagai peserta berjumlah 15 orang. Kini hanya 12 yang dinyatakan lulus karena satu peserta izin, satu sakit, dan satu telah meninggal dunia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang diberikan kepada kami,” tambahnya.
Program Sekolah Lansia Smart, yang memiliki makna Sehat, Mandiri, Aktif, Religi, dan Tangguh, menjadi wadah penting dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia di Kelurahan Sawahan.
Melalui 12 mata pelajaran yang dikemas ringan namun edukatif, para warga usia indah diajak tetap aktif, kreatif, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran sekolah lansia ini menjadi bukti bahwa usia bukanlah pembatas untuk terus belajar dan berkarya. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, masyarakat, dan BKKBN, para lansia diharapkan semakin berdaya, sehat, dan bahagia dalam menikmati usia indah mereka.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post