SAMPIT – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyuarakan harapan agar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Rudini-Paisal, fokus pada pembangunan infrastruktur sirkuit balap resmi. Harapan ini karena melihat tingginya angka balapan liar di kalangan anak muda yang sering kali membahayakan keselamatan mereka sendiri maupun pengguna jalan lainnya yang ada di Kota Sampit.
Masyarakat menilai, pembangunan sirkuit balap resmi akan menjadi solusi efektif untuk mengurangi aksi balapan liar, yang selama ini menjadi masalah sosial di beberapa kawasan Kotim, khususnya di jalan-jalan protokol. Dengan adanya sirkuit balap yang terstandar, para pemuda yang gemar balapan dapat menyalurkan bakat mereka dengan cara yang lebih aman dan terarah.
Salah satu masyarakat di Kecamatan Baamang, Agus Haryanto, mengungkapkan bahwa keberadaan sirkuit balap di daerah ini sangat dibutuhkan sebagai sarana untuk menekan angka balapan liar yang kerap kali terjadi.
“Selama ini, balapan liar menjadi masalah karena para pemuda tidak memiliki tempat untuk menyalurkan hobi mereka. Jika sirkuit dibangun, tentu saja ini akan menjadi solusi yang sangat baik. Selain itu, bisa juga digunakan untuk event otomotif yang mampu menarik wisatawan lokal,” ujarnya. Sabtu, 19 Oktober 2024.
Pasangan Rudini-Paisal diketahui telah mencanangkan beberapa program infrastruktur untuk kemajuan Kotim, dan masyarakat berharap salah satu fokus mereka adalah pembangunan sirkuit balap. Selain untuk mengurangi balapan liar, sirkuit ini juga bisa menjadi tempat event balap resmi yang diadakan secara berkala, baik tingkat lokal maupun nasional, yang sekaligus mendongkrak perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.
Seorang pemuda yang juga pernah ikut balapan di event di Kota Sampit maupun diluar Kota Sampit Rido mengungkapkan, bahwa pembangunan dan lintasan balapan itu bertujuan untuk mencari potensi dan bibit muda kalangan remaja dalam dunia balapan motor atau Road race.
“Kami sangat mendukung jika Pak Rudini dan Pak Paisal bisa membangun sirkuit balap. Ini akan memberi kami tempat yang aman untuk latihan dan berkompetisi. Selain itu, kami tidak jauh-jauh ke Palangkaraya untuk ikut lomba maupun nonton balapan motor ini,” tutur Rido.
Sementara itu, Pasangan Rudini, yaitu Paisal mengungkapkan beberapa waktu lalu, bahwa masalah kenakalan remaja akan menjadi PR mereka nantinya khususnya masalah balapan liar, jika terpilih jadi Bupati dan Wakil Bupati Kotim.
“Apabila kami diberikan amanah oleh masyarakat jadi Bupati dan Wakil Bupati Kotim, saya dan pak Rudini kami akan menyelesaikan persoalan terkait dengan pembangunan sirkuit, hal itu juga untuk meminimalisir adanya balapan liar di Kota Sampit. Setidaknya sirkuit ini bisa kita selesaikan, agar anak muda bisa ikut menyalurkan hobinya di situ,” jelas Paisal saat bertemu dengan pendukungnya beberapa waktu lalu.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post