BUNTOK – Kampanye dialogis pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Selatan dengan nomor 3 yaitu paslon Eddy Tanto, Sabtu 5 Oktober 2024 kemarin telah memasuki kampanye tatap muka yang kedua bertempat di wilayah Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) meliputi 2 Desa yakni Desa Palu Rejo dan Desa Patas 1.
Gelaran Kampanye di dua Desa kemarin berjalan dengan lancar dan juga di hadiri warga di dua Desa itu yang terbilang tak sedikit jumlahnya baik itu di Desa Palu Rejo dan juga Patas 1. Dari pantauan di lapangan semenjak kampanye pertama yang dilaksanakan oleh pasangan Eddy Tanto beserta dengan tim pemenangannya hingga berlangsungnya Kampanye yang kedua ini.
Nampaknya pasangan Eddy Tanto mendapat dukungan yang sama seperti pada Pilkada 2017 lalu. karena melihat antusias dan animo warga yang datang memadati tempat pelaksanaan Kamoanye tatap muka bersama Eddy Tanto sembari tak henti hentinya menetiakan yel yel Eddy Tanto menang.
“Tentunya hal ini adalah sebagai tanda ataupun bukti bahwa dukungan masyarakat tidak memudar karena terlihat dari keinginan warga yang datang memadati tempat kampanye bahkan hampir dari seluruh warga secara bergantian berswafhotto dengan pasangan Eddy Tanto dan hal itu masih sama terjadi seperti tujuh tahun yang lalu dan tadi di palu rejo sata juga menyaksikan hal serupa,” ungkap Andy salah seorang warga Desa Patas kepada wartawan, Minggu 6 Oktober 2024.
Selain itu di sela jalannya acara kampanye tatap muka di desa patas kemarin, ada hal yang tak terduga datang dari salah seorang tokoh warga yang berasal dari desa tetangga Sei Paken yang tidak jauh dari Desa Patas 1. Pada sesi tanya jawab untuk warga dengan paslon, pada kesempatan itulah seorang tokoh warga asal Desa Sei Paken tersebut dan pada kesempatan itulah pria yang bernama Riwen menyampaikan keinginannya kepada Paslon.
Isinya tidak jauh dari pada keinginan masyarakat pada umumnya, seperti diantaranya tentang peningkatan SDM warga yang tentunya butuh perhatian pemerintah setempat mengingat sebelum Eddy Raya menjabat sebagai Bupati Barsel 2017-2022 kegiatan pertambangan di wilayah Barsel terbilang minim.
“Akan tetapi semasa Eddy Raya menjabat, banyak berdatangan investor investor pertambangan yang mulai membuka perusahaan pertambangannya hingga sampai dengan hari ini.Tentunya ujar Riwen hal itu sungguh patut kita apresiasi dan kita ingat jika hal tersebut salah satu bukti nyata dari pak Eddy Raya selama memimpin Barsel,” ungkapnya.
Selanjutnya ungkap Riwen, adapun hal yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan itu, hendaknya kita sebagai masyarakat lokal minimal 60 hingga 70 persen bisa bekerja pada sejumlah perusahaan yang ada, akan tetapi sumber daya manusia yang kita miliki kebanyakan tidak nemadai dengan sejumlah bidang yang ada pada perysahaan perusahaan itu, sehingga tak banyak warga yang bisa bekerja yang ahirnya hanya mrnjadi penonton.
“Dengan adanya hal itu saya sangat mengharapkan pada paslon Eddy Tanto selain hal hal lainnya yang dijalankan pada programnya nanti, yakni saya meminta peran serta pemerintah dalam peningkatan SDM warga, seperti memfasilitasi kursus gratis pada bidang bidang yang dibutuhkan pihak pertambangan seperti pada mekanik alat berat, sebagai operator alat berat dan lainnya, karena jika kita harus pergi kursus ke daerah lain. Tentunya dengan biaya yang lumayan besar sementara ekonomi warga desa sebagian besar menengah kebawah, jadi jika pemerintah bisa mengedepankan hal peningkatan SDM ini bagi warga desa kami, sudah pasti bisa meningkatkan ekonomi warga tanpa hanya mengandalkan menyadap karet seagai mata pencaharian utama warga. Sementara lapangan kerjaan yang lebih menjanjikan ada di depan mata, maka dari itu saya titipkan permintaan saya kepada Eddy Tanto agar bisa memperjuangkan hal itu pada 2024-2029 nantinya,” demikiannya.
(Taufik/mataKalteng)






















Discussion about this post