SAMPIT – Lomba cuci kaki ibu yang diselenggarakan oleh PKG markisa Kecamatan Baamang kabupaten Kotawaringin Timur diwarnai dengan tangis haru peserta didik dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan ini.
Rita Kartini selaku Ketua Panitia menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam peringatan hari besar nasional di antaranya hari guru, hari pahlawan, hari anak-anak nasional dan hari ibu.
“Kegiatan yang merupakan agenda rutin dari PKG Markisa setiap tahun, yang juga sebagai implementasi dari penguatan project profil pelajar Pancasila atau P5 pendidikan anak usia dini yang sudah diprogramkan di kurikulum merdeka,”ujarnya, Kamis 5 Desember 2024.
Lanjutnya, peserta dari Kecamatan Baamang dan Kecamatan MB Ketapang sebanyak 235 peserta didik PAUD dan TK.
“Lomba mencuci Kaki Ibu ini adalah satu pembelajaran moral kepada anak-anak yang mana di era sekarang ini moral anak-anak itu kita ketahui sepertinya menurun. Sehingga melalui kegiatan ini kita angkat kembali pembelajaran moral yang kita implementasikan dalam lomba cuci kaki ibu,”ucapnya.
Khususnya kata Rita, agar anak-anak mengingat betapa besar jasa orang tua untuk anak-anaknya serta sebagai upaya memperekat hubungan kebatinan antara anak dan orang tua.
Selain lomba cuci kaki ibu PKG markisa juga melaksanakan lomba gerak dan lagu, lomba kolase dan lomba pengucapan Pancasila.
Terpisah, Karoliati selaku orang tua peserta didik yang turut mengikuti lomba cuci kaki ibu menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh PKG markisa ini terutama untuk menambah kedekatan anak dan orang tua.
“Bahkan pada saat pelaksanaannya saya sangat terharu dan tidak bisa menahan air mata saya melihat anak saya mencuci kaki saya. Tentu saya berharap anak saya akan menjadi anak yang sukses dan membanggakan kelak serta berguna bagi nusa dan bangsa,”ucap ibu dari Destin yang bersekolah di TK Mentaya Sampit.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post