SAMPIT – Sebuah truk tangki bermuatan crude palm oil (CPO) berwarna kuning menabrak kendaraan roda tiga jenis Tossa yang terparkir di pinggir jalan hingga terperosok ke parit pada Selasa, 3 Desember 2024, sekitar pukul 14.00 WIB.
Insiden ini terjadi di Jalan HM Arsyad, tepatnya di samping kantor Disdukcapil Kotawaringin Timur (Kotim), Kecamatan MB Ketapang, Kota Sampit.
Menurut Ajeng, anak dari pemilik Tossa yang menjadi korban, kejadian bermula saat ayahnya, Sutaryo, memarkir kendaraannya di tepi jalan. Posisi Tossa saat itu sudah berada di pinggir jalan dan tidak menghalangi arus lalu lintas.
“Kejadiannya hari Selasa siang, sekitar jam dua. Ayah saya memarkir Tossa-nya di tepi jalan, posisi kendaraannya sudah mepet ke pinggir dan tidak mengganggu jalan. Tiba-tiba, sebuah truk CPO melintas dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak Tossa ayah saya,” ujar Ajeng saat dihubungi pada Kamis, 5 Desember 2024.
Ajeng menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat truk tangki CPO berusaha menyalip kendaraan besar lain di depannya. Namun, karena ruang yang tidak memadai, truk justru menyeruduk Tossa milik ayahnya hingga terseret ke parit di pinggir jalan.
Ajeng menambahkan bahwa supir truk sempat berhenti untuk membantu mengevakuasi Tossa yang terjatuh. Namun, setelah memberikan tali seling untuk membantu menarik kendaraan, supir tersebut meninggalkan lokasi dengan alasan mengambil tali tambahan.
“Awalnya supir itu membantu, dia bilang mau mengambil tali seling di KM 10 menggunakan mobil putih. Tapi setelah itu dia tidak kembali. Ternyata, dia kabur setelah memberikan tali kepada ayah saya,” jelas Ajeng.
Meski sempat melihat wajah supir tersebut, Ajeng mengaku tidak sempat mencatat nomor plat truk tangki CPO. Ia juga tidak mengetahui pasti identitas pelaku karena kejadian berlangsung cepat.
Menurut informasi yang ia dapat dari pedagang pentol yang berada di lokasi kejadian turut menjadi saksi insiden tersebut, bahwa truk CPO melaju dengan kecepatan tinggi saat mencoba menyalip kendaraan lain. Namun, manuver tersebut gagal dan berakhir dengan tabrakan.
Ajeng juga menuturkan bahwa evakuasi Tossa memakan waktu cukup lama. Saat sore hari, sebagian besar warga di lokasi sudah pulang, sehingga hanya ayahnya dan adiknya yang menunggu di tempat kejadian.
Untuk diketahui bahwa foto darin supir tersebut sudah disebarluaskan oleh keluarga korban ke medsos whatsapp group.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post