SAMPIT – KPU kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat koordinasi bersama stakeholder setempat terkait persiapan pendistribusian logistik pemilihan kepala daerah tahun 2024 khususnya di kabupaten Kotim, 21 November 2024. Rakor ini juga dihadiri seluruh PPK dari 17 kecamatan yang ada di Kotim.
“Saat ini kita tengah bersiap untuk melakukan pendistribusian logistik yang direncanakan akan dimulai pada tanggal 23 sampai 25 November 2024 atau dalam kurun waktu 3 hari,”kata Ketua KPU Kotim, Muhammad Rifqi, 21 November 2024.
Lanjutnya, saat ini memang masih dalam tahapan kampanye yang sebentar lagi akan berakhir pada tanggal 23 November dilanjutkan dengan masa tenang dari 24 sampai 26 November 2024. Dilanjutkan pemungutan suara dan perhitungan suara di TPS pada tanggal 27 Oktober 2024.
“Kami informasikan bahwa memang dalam ketentuan peraturan perundang-undangan tidak ada mengatur kapan distribusi itu harus dilakukan, namun demikian dalam ketentuan itu yang jelas disebutkan bahwa pada H- 1 pelaksanaan pemungutan suara, logistik sudah harus berada di TPS,”ungkapnya.
Lebih lanjut disebutkan Rifqi, berdasarkan perencanaan pada 23 November 2024 distribusi dimulai pada Kecamatan Mentata Hulu, Parenggean, Pulau Hanuat, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Telaga Antang. Dilanjut 24 November menuju Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Teluk Sampit, Cempaga Hulu dan Telawang.
“Sementara pada tanggal 25 pendistribusian di seputaran kota yaitu Kecamatan MB Ketapang, Baamang dan Seranau,”bebernya.
Adapun daerah rawan banjir yang sudah dipetakan ada 5 kecamatan dan 17 desa. Diantaranta Kecamatan Kota Besi yaitu Desa Hanjalipan, Simpur, Soren. Kecamatan Cempaga Hulu, yaitu desa Sudan, Sei Ubar Mandiri, Pantai Harapan Tumbang Koling.
Kemudian Kecamatan Tualan Hulu yaitu Desa Tumbang Mujam, Luwuk Sampun, Mirah dan Tanjung Jorong. Kecamatan Mentaya Hulu, yaitu desa Bawan, Bukit Santuai, Tewei Hara, Tumbang Torung, Tumbang Sapia, Tumbang Kania, dan Tumbang Payang.
Sementara itu Kabag Pemerintahan Oktav Pahlevi menyampaikan, pemerintahan Kotim akan mensupport secara optimal penyaluran distribusi logistik yang akan dilaksanakan oleh KPU setempat.
“Pertama kami akan bersurat kepada sejumlah perusahaan besar swasta yang nantinya akan dilewati oleh penyaluran logistik, yaitu untuk memberikan jalan serta jika ada kendala agar perusahaan dapat membantu,”sebutnya.
Kemudian lanjutnya, pihaknya juga akan meminta informasi dari BPBD setempat terkait perkiraan cuaca sejak tanggal pendistribusian logistik sampai dengan logistik kembali lagi ke kecamatan dan Kabupaten.
“Supaya kita bisa sama-sama mengantisipasi langkah apa yang akan kita lakukan apabila ada kondisi-kondisi tertentu yang memungkinkan atau akan terjadi beberapa hari ke depan,”tegasnya.
Menurutnya, beberapa Kecamatan yang perlu diperhatikan lebih dalam yakni kecamatan Antang Kalang dimana ada 10 desa yang menurut pihaknya memerlukan upaya lebih dalam penyaluran distribusik lantaran kondisi geofrafis.
“Kalau memang bisa itu kita percepat mulai tanggal 23 sudah kita geser dari kabupaten menuju Kecamatan, dan nanti dari Kecamatan itu juga kita geser langsung ke desa dengan melihat kondisi di lapangan nantinya,”kata Oktav.
Kemudian lanjutnya di Kecamatan Telaga Antang, ada sekitar 6 Desa yang harus melalui sungai. Begitu juga Kecamatan Bukit Santuai, hampir seluruh desa proses pendistribusiannya mempergunakan jalur Sungai kecuali di Desa Penyahuan, Tumbang Kaminting dan Tumbang Torung.
“Untuk itu perlu koordinasi yang baik semua pihak dalam penyaluran logistik agar bisa aman dan lancar,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post