SAMPIT – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati kabupaten Kotawaringin Timur ya ini Muhammad Rudini Darwan Ali dan Paisal Darmasing menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat adat yang hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan hak yang setara dengan masyarakat lainnya.
”Kehadiran kami di sini untuk membawa warna baru, perubahan nyata, bukan sekadar janji. Program yang kami rencanakan insya Allah akan kami laksanakan dengan sepenuh hati,”ujar Rudini, Kamis 5 September 2024.
Salah satunya kata Rudini, untuk memastikan masyarakat adat mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan dan kesehatan, serta infrastruktur.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat mewujudkan program yang telah dirancang, serta visi dan misi yang dibawa.
”Kami memerlukan dukungan penuh masyarakat Kotim untuk menjalankan program ini. Dengan kepercayaan dari masyarakat, insya Allah kami tidak hanya akan menjadi calon, tetapi akan diberi amanah untuk memimpin Kotim sebagai bupati dan wakil bupati,”tegasnya.
Rudini menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan untuk maju, meskipun ini adalah kali ketiga dia mengikuti kontestasi politik di Kotim.
”Beberapa kali saya ikut pilkada dan meskipun dua kali sebelumnya belum diberi amanah, saya melihat ini sebagai hikmah besar. Dari sini, saya belajar dan terus memperbaiki diri, memperbarui visi dan misi untuk membawa Kotim ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Dirinya juga menegaskan komitmen pasangan Rudini-Paisal membawa perubahan nyata bagi masyarakat di Bumi Habaring Hurung. Kehadiran dirinya dalam kontestasi bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret memperjuangkan banyak hal untuk kesejahteraan masyarakat.
“Banyak yang bertanya kenapa saya maju lagi ketiga kalinya dalam pilkada Kotim. Hal itu didasari pada saat saya menjabat sebagai anggota DPRD Kotim Ternyata banyak masyarakat yang mengadukan nasibnya kepada saya tidak hanya dari daerah pemilihan yang saya wakili saja namun seluruhnya,”beber Rudini.
Akan tetapi kata Rudini, pada saat itu ia memiliki keterbatasan karena tidak bisa mewakili daerah pemilihan lain. Sehingga ia bertekad waktu itu mengundurkan diri dari jabatan sebagai anggota DPRD dan mencalonkan dalam pilkada Kotim dengan tujuan dapat mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat dari Dapil 1 hingga 5.
(dia/matakalteng)
















Discussion about this post