PALANGKA RAYA – Warga Gang Suhada, Kelurahan Pahandut, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial AN (45) yang ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Jumat, 8 Agustus 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban, yang diketahui hidup sendiri sejak berpisah dari istrinya, ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Ia tergantung dengan seutas tali jemuran yang melilit lehernya di depan pintu kamar. Kondisi jenazah yang sudah membusuk menandakan korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Penemuan bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau tidak sedap dari arah rumah korban. Salah satu warga, Salmiah (53), menyebut aroma busuk mulai tercium sejak pukul 08.00 WIB dan semakin menyengat hingga warga memutuskan untuk mengecek lebih lanjut.
“Sudah dua atau tiga hari ini kami tidak melihat dia di depan rumah, biasanya suka duduk-duduk sendiri. Karena curiga, warga coba mengintip dari jendela samping dan langsung syok melihat tubuh tergantung di dalam,” kata Salmiah.
Penemuan tersebut segera dilaporkan ke Ketua RT setempat dan diteruskan kepada pihak kepolisian. Tak lama, anggota Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Pahandut tiba di lokasi bersama warga dan membuka paksa pintu rumah korban.
“Kami langsung ke lokasi setelah menerima laporan. Benar ditemukan seorang pria gantung diri. Kondisinya sudah menghitam dan membusuk,” ungkap Aipda M. Muhsin, Bhabinkamtibmas Pahandut.
Pihak kepolisian dari Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang untuk mengamankan lokasi, sementara tim Inafis diturunkan untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk terkait kematian korban.
Jasad korban kemudian dievakuasi oleh tim Emergency Response Palangka Raya bersama relawan LazisMU Kalteng ke RSUD dr. Doris Sylvanus untuk proses visum. Diduga korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Korban memang dikenal tertutup dan jarang bergaul sejak bercerai. Ia tinggal sendiri di rumah itu,” tambah Muhsin.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan beberapa barang di TKP, termasuk sebuah tas selempang, seutas tali tambang biru, kaleng cat 4 kilogram yang kemungkinan digunakan sebagai pijakan, serta selembar surat yang diduga ditulis korban.
“Dalam surat yang kami temukan, korban menyatakan keinginannya agar kematiannya tidak diberitahukan kepada keluarga,” tutup Muhsin singkat.
(rzl/matakalteng)





















Discussion about this post