SAMPIT – Warga Desa Bagendang Tengah atau yang juga dikenal sebagai Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digegerkan oleh insiden tragis pada Sabtu 3 April 2025, sekitar pukul 18.40 WIB. Seorang pria bernama Samsul Anwar (46), yang akrab disapa Amang Esol, disambar buaya saat hendak mengambil air wudhu di tepi sungai, tak jauh dari rumahnya.
Menurut keterangan warga setempat, Yusup, korban yang tinggal di Jalan Binjai Tengah RT 003 RW 001, memang biasa mengambil air langsung dari sungai untuk keperluan wudhu. Naas, saat menunduk untuk mengambil air, seekor buaya menerkam dan menyeretnya ke dalam sungai.
“Tadi korban hendak ambil air wudhu untuk salat Isya. Karena rumahnya dekat sekali dengan sungai, jadi memang biasa di situ. Tiba-tiba saja disambar,” ujar Yusup.
Kejadian tersebut sontak membuat panik warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Teriakan mereka diduga membuat buaya melepaskan cengkeramannya, sehingga korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka parah.
“Sempat diseret ke air, tapi mungkin karena ramai warga berteriak, buayanya melepaskan korban,” tambahnya.
Korban langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Luka gigitan buaya di tangan kanannya cukup parah, bahkan hampir putus, dan harus mendapatkan jahitan sebanyak 15 tusuk.
Kepala Desa Bagendang Tengah, Untung Sukadi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban telah mendapatkan pertolongan medis dan kini sudah kembali ke rumah untuk pemulihan.
“Korban mengalami luka cukup serius di tangan kanan, tapi alhamdulillah selamat. Saat ini sudah dibawa kembali ke rumah usai dijahit di Puskesmas,” ujarnya.
Menanggapi kejadian ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit melalui Komandannya, Muriansyah, mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa. “Kami sedang berkoordinasi dengan Pak Kades untuk penanganan lanjutan,” ujar Muriansyah singkat.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post