SAMPIT – Sebuah rumah berkonstruksi kayu berukuran 5×6 meter di Jalan M. Hatta, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dilahap si jago merah, Jumat malam 29 November 2024 malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB ini menghanguskan seluruh isi rumah, tanpa ada satu pun barang yang bisa diselamatkan. Rumah tersebut diketahui milik pasangan Edo dan Fatimah, yang saat kejadian sedang berada di rumah mertuanya, tepat di depan lokasi kebakaran.
“Saya sedang duduk di depan rumah mertua, tidak ada orang di rumah saat kebakaran terjadi,” kata Edo, pemilik rumah. Menurut Edo, kebakaran diperkirakan terjadi akibat korsleting listrik. Sebagai rumah berbahan dasar kayu, api dengan cepat menyebar dan melahap seluruh bagian bangunan.
Dalam hitungan menit, rumah kecil tersebut berubah menjadi abu, menyisakan puing-puing yang tak berharga. “Barang-barang berharga kami semuanya ikut terbakar. Bahkan uang sebesar tiga juta rupiah yang saya simpan di bawah bantal juga habis dilalap api,” ungkap Edo dengan nada sedih.
Kebakaran ini tidak hanya menghanguskan rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal mereka. Setelah menerima laporan, dua unit truk pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi, didukung oleh relawan dari Ketapi III, PSC. serta personel dari Polres Kotim.
Dua mobil ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal darurat. Petugas pemadam bersama relawan bahu-membahu menjinakkan api agar tidak merembet ke rumah lain di sekitar lokasi. Berkat respons cepat ini, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian material diperkirakan cukup besar. Selain kehilangan rumah, keluarga Edo juga kehilangan seluruh barang berharga yang berada di dalamnya, termasuk uang tunai, perabotan dan barang pribadi lainnya.
(gus/matakalteng)





















Discussion about this post