SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur menilai pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam implementasi kurikulum merdeka memberikan dampak positif bagi para peserta didik.
“Terutama yang diterapkan dalam Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang pada puncaknya melakukan belajar atau pameran hasil karya maupun produk olahan dari peserta didik itu sendiri,”kata kepala seksi peserta didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim, Ikram Muhajir, Jumat 27 Desember 2024.
Dirinya juga menjelaskan, perubahan positif itu memberikan dampak pula dalam proses pembelajaran khususnya dengan fokus pada fleksibilitas dan pembelajaran berbasis proyek untuk memperkuat karakter siswa.
“Sejak diterapkannya kurikulum merdeka di Kabupaten Kotim kami melihat banyak manfaat besar yang dirasakan meski memang hingga saat ini masih dalam tahap adaptasi yang tidak mudah bagi sebagian sekolah,”ucapnya.
Tambahnya, meski demikian Pemerintah Kabupaten Kotim juga telah siap menyesuaikan diri dengan kebijakan kurikulum merdeka termasuk yang Rencananya akan kembali direvisi pada tahun 2025 mendatang oleh pemerintah pusat.
“Karena melalui kurikulum ini memberi ruang bagi guru dan siswa untuk lebih kreatif. Namun tentunya ada tantangan seperti kesiapan guru dan infrastruktur pendukung yang perlu diperhatikan dalam revisi mendatang,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post