SAMPIT – SMP Negeri 1 Sampit kabupaten Kotawaringin Timur mendapatkan kunjungan dari sejumlah satuan pendidikan serta perwakilan Dinas Pendidikan Barito Selatan, dalam rangka kaji tiru. Yaitu replikasi pengelolaan komunitas belajar intra sekolah di SMPN 1 Sampit.
Abdul Hamid selaku Kasi Kurikulum Disdik Kabupaten Barsel menyampaikan, maksud dan tujuan kedatangan pihaknya secara khusus ke SMPN 1 Sampit, dalam rangka untuk penguatan program sekolah penggerak.
“Terutama dalam hal pembelajaran asesment proyek profil pelajar pancasilanya dan juga komunitas belajarnya. Jadi kami ingin belajar bagaimana implementasi secara konkret atau nyata yang sudah diimplementasikan di SMPN 1 Sampit,” ujarnya, Rabu 20 November 2024.
Dirinya menyampaikan alasan mengapa memilih SMPN 1 Sampit sebagai tujuan atau rujukan, yakni berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan provinsi serta dari UPT Kementerian BPMP BGP.
Hal itu didasari informasi yang diterima dan juga saksikan dari Dinas Pendidikan provinsi serta dari UPT Kementerian BPMP BGP terhadap implementasi program-program kebijakan Merdeka belajar, yang salah satunya adalah program sekolah penggerak.
“Kami mendapatkan rekomendasi dari UPT Kementerian yang ada di provinsi Kalimantan Tengah, dan kebetulan kami sudah kenal lama dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Sampit, sehingga komunikasinya lebih lancar,” tegas Abdul Hamid.
Menurutnya hasil yang sementara ini di dapatkan dari kunjungan tersebut sangat luar biasa. Yakni belajar bagaimana kepala sekolah menggerakkan rekan-rekan guru, mengingat sebagus apapun program yang dimiliki namun jika kepala sekolah tidak mampu menggerakkan guru maka hasilnya akan nihil.
“Manajemen Kepala Sekolahnya luar biasa. Selanjutnya program yang dijalankan di SMPN 1 sampai variasinya juga banyak, bahkan ada 28 ekstrakurikuler yang semuanya berjalan di sekolah ini. Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana pelibatan orang tua dalam semua proses program yang ada di sekolah,” bebernya.
Bahkan tambahnya, sampai kepada proses pembelajaran di dalam kelas juga melibatkan orang tua, termasuk ada event-event atau kegiatan yang berhubungan dengan orang tua. Diketahui sejumlah sekolah dari Barito Selatan yang berkunjung ke SMPN 1 Sampit diantaranya TK Mira Pakat Bundar, SD Negeri Pararapak, dan SMPN 5 Dusun Selatan.
Sementara itu Kepala SMPN 1 Sampit Suyoso menyampaikan, dengan masa tugas dirinya di SMP Negeri 1 Sampit yang belum setahun mendapat kunjungan, ia sempat mempertimbangkan apakah menerima atau tidak kunjungan tersebut.
Meski akhirnya diterima karena melihat pembiasaan budaya dan pembudayaan di sekolah ini sudah dilakukan oleh seluruh warga sekolah, baik oleh siswa, Guru, tenaga administrasi dan bermitra dengan orang tua, yang menandakan bahwa komunitas intra sekolah sudah berjalan efektif.
“Sebenarnya yang mengajukan permohonan kunjungan ada 6 wilayah namun baru Barito Selatan yang kami terima dengan pertimbangan di antaranya ada yayasan. Sehingga pertimbangan kami untuk kepentingan tidak lanjut program pemerintah secara nasional,”bebernya.
Meski beberapa daerah lainnya belum dapat diterima dirinya mengatakan, dalam setiap kesempatan permintaan untuk mengisi seminar ataupun memandu workshop ia selalu menghadiri di beberapa wilayah tersebut.
“Dari kunjungan ini, ternyata apa yang dilakukan oleh keluarga besar SMP N 1 Sampit sehari-hari memang ada bagian yang masih banyak perlu ditingkatkan, namun ada di sini juga yang memang baik untuk ditiru atau di replikasi,”kata Suyoso.
Menurutnya dalam kunjungan tersebut SMP Negeri 1 Sampit memfasilitasi melalui akses publikasi digital. Yang mana pesan dari Suyoso bahwa trik paling ampuh dalam pendidikan adalah koordinasi terpadu, yaitu melibatkan jajaran Dinas Pendidikan, Korwil setempat, pengawas yang berkaitan dengan satuan pendidikan masing-masing, dan dalam pelaksanaannya selalu melihatkan orang tua.
“Yang terakhir ujung dari program ini harus menuju kesejahteraan siswa, contoh kecil SMP Negeri 1 Sampit selama 6 bulan terakhir melaksanakan gerakan bangun pagi dengan apresiasi positif, gerakan makan sehat dengan budaya positif, gerakan tata nilai karakter dengan keteladanan,”ungkapnya.
Yang ternyata tambah Suyoso, sekarang ini dari program Kemendiknas, program itu akan dikuatkan dengan menjadi program kekinian. “Jadi kami bersyukur sudah melaksanakan berbulan-bulan, ternyata menjadi calon inovasi pemerintahan berikutnya. Itu merupakan sesuatu yang saya turut bersyukur bahwa apa yang kami lakukan ini ternyata tepat,”tutupnya.
Terpisah, Utin Nurhabibah selaku Perwakilan wali murid kelas 7 ruang 5 mengatakan, ia mendukung kunjugan ini karena berkaitan dengan program sekolah seperti PPTK dan P5.
“Yaitu anak-anak di ajarkan literasi maupun portofolionya. Jadi tamu yang datang ini bisa saling sharing dengan kita tentang informasi apa saja yang sudah SMPN 1 Sampit khususnya lakukan terhadap kelasnya maupun siswanya untuk menjadikan anak-anak lebih baik,” terang Utin.
Ia juga mengaku antusias bersama wali murid lainnya dalam rangka menyambut kedatangan kunjungan sekolah dari Barito Selatan ini. Terutama menunjukkan pelaksanaan program dari para wali murid sehingga terkoordinir dengan baik, terutama kegiatan di dalam ruang kelas.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post