SAMPIT – MTSN 1 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengangkat budaya lokal untuk menggelar Karya project penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin.
“Kegiatan ini merupakan aksi nyata dari project penguatan profil pelajar Pancasila dan profil pelajar rahmatan lil alamin (P5P2RA) yang ada di MTSN 1 Kotawaringin Timur. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 20 sampai 21 November 2024,” kata Ketua Tim P5P2RA, Kristina, 20 November 2024.
Lanjutnya, tema yang diambil pada tahun pelajaran 2024 ada tiga, salah satunya yaitu yang pada hari pertama dilaksanakan kearifan lokal. Yaitu mengangkat budaya lokal khas Kalimantan Tengah melalui project yang dilaksanakan berupa tari dan musikalisasi drama dan puisi.
“Musikalisasi drama, tari dan puisi yang menceritakan cerita rakyat Kalimantan Tengah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali potensi siswa, serta mengembangkan bakat dan talenta yang ada pada diri siswa terhadap budaya lokal yang ada di Kalimantan ini,”tegasnya.
Sementara itu Waka Kurikulum, Hj Nurhasanah menyampaikan, kegiatan ini sudah direncanakan sejak Juli lalu. Hingga akhirnya kegiatan terlaksana dengan mempertunjukkan tarian-tarian daerah dan juga drama-drama yang menceritakan tentang cerita-cerita ataupun legenda-legenda yang ada di Kalimantan Tengah.
“Dalam kegiatan ini, antusias peserta didik sangat luar biasa. Bahkan mereka dengan gembira mengikuti kegiatan ini. Kegiatan juga didukung orang tua, warga sekolah dan juga komite sehingga dapat berjalan lancar,”ucapnya.
Menurutnya, puncak gelar karya ini direncanakan pada 28 November setelah peringatan Hari Guru. Hal itu lantaran peringatan Hari Guru yang seharusnya tanggal 25 November harus ditunda karena berbenturan dengan jadwal masa tenang Pilkada serentak 2024.
“Sehingga puncaknya akan kami jadwalkan setelah pelaksanaan peringatan Hari Guru,” ungkapnya. Terpisah, Kayla Azzahra merupakan Siswi kelas 7 ruang 2 menyampaikan, untuk mengikuti gelar karya ini ia bersama teman lainnya melakukan persiapan kurang lebih 1 bulan lamanya.
“Meski memakan waktu yang cukup lama dan tenaga terkuras namun apa yang kami usahakan ini membuahkan hasil yang baik. Karena kami juga senang hati mengikuti kegiatan ini, terutama karena bisa mengembangkan bakat dan potensi saya,”ungkapnya.
Kayla juga mengatakan, kegiatan ini bisa membantu untuk mengenal berbagai macam tarian daerah dan kearifan lokal melalui tarian daerah dan drama dengan kisah-kisah dari adat Dayak. “Jadi bisa menambah wawasan kami,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post