SAMPIT – Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Ahmad Arifin berharap agar semua sekolah di Kabupaten Kotim menerapkan gerakan literasi sekolah (GLS).
Menurutnya, hal itu bisa dimulai dengan melakukan literasi harian yakni sebelum pelajaran dimulai ada jadwal literasi khusus sekitar 10 sampai 15 menit, untuk seluruh siswa dan guru melakukan literasi.
“Literasi itu nantinya dibuatkan jurnal dan dicatat, sehingga nantinya perkembangan literasi siswa meningkat. Karena kita sadar bahwa dampak pandemi kemarin daya literasi siswa memang menurun dan ini perlu upaya sistematis dari kita semua,” ujarnya, Minggu 20 Oktober 2024.
Untuk itu ia berharap semua sekolah menerapkan gerakan literasi sekolah, apalagi hal ini sudah lama dicanangkan tetapi karena ada pandemi sempat terhenti. Meski saat ini sebagian sekolah memang sudah memulai kembali.
“Kita berharap GLS ini menjadi gerakan di Kotim tidak hanya di SMA dan SMK namun dari pendidikan dasar. Budaya literasi kita saat ini perlu perbaikan karena sebagian besar dari dampak pandemi kemarin, karena anak-anak tidak terkontrol dengan baik belajar dan sebagainya,” bebernya.
Tambahnya, hal ini harus dikembalikan lagi dan tentu perlu dibuatkan sistem tidak hanya dihimbau saja namun harus ada sistem yang memang mereka mungkin awalnya dipaksa untuk literasi agar nantinya akan terbiasa.
Ditambahkan Ketua MKKS SMA Kotim Kodarahim menyampaikan, melalui kegiatan literasi secara langsung akan menghubungkan pemahaman tentang literasi kepada peserta didik dan juga guru.
“Karena terkait literasi ini juga terbuat dalam asesmen peserta didik kita sehingga diharapkan dengan peningkatan budaya literasi dapat memberikan dampak yang lebih baik untuk peserta didik kita kedepannya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post