KUALA PEMBUANG – Belajar Dari Rumah (BDR) tidak bisa menjadi jaminan meningkatnya mutu pendidikan di Kabupaten Seruyan, ikhwalnya masih banyak orangtua yang melaporkan betapa besar biaya belajar mengajar melalui internet. Keadaan demikian lantas membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Muhtadin ingin adanya peningkatan mutu belajar mengajar.
Menurut politisi Partai Gerindra itu, BDR haruslah membuat sekolah-sekolah di Kabupaten Seruyan kreatif dalam melakukan proses belajar mengajar. Artinya, tidak melulu mendidik peserta didik dengan membaca dan mengerjakan tugas yang sifatnya sesuai buku (text book). Itu sama saja, menurutnya, tidak menambah wawasan belajar peserta didik.
“Berikan mereka ruang untuk berpikir dan belajar. Misalnya, berikan mereka sepetak tanah di pelataran rumah atau pekarangan untuk bercocok-tanam. Agar tidak sesuai buku melulu. Itu baru namanya blejar dari coronavirus disease (Covid-19),” tandasnya, Rabu 13 Mei 2020.
Selanjutnya Ketua Komisi III DPRD Seruyan itu juga mengingatkan kepada para orangtua untuk tanggap mendidik anak. Jangan sampai, menurutnya, anak berada di bawah kontrol teknologi yang kebanyakan dampak negatifnya daripada positifnya.
“Mereka (orangtua) harus sigap mendidik anak. Beri mereka pengetahuan tentang bahaya teknologi. Jangan sampai anak berada di bawah kontrol teknologi. Itu akan berdampak buruk,” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post