KUALA PEMBUANG – Hingga saat ini pemerintah Indonesia belum menemukan penangkal atau pemutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Upaya pencegahan serta Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) per Maret 2020 sudah ditingkatkan. Begitupun penutupan sementara objek wisata dan fasilitas-fasilitas umum yang rawan dan rentan penyebaran.
Tidak bisa terelakkan, dampak penyebaran Virus Corona mulai bermunculan. Baik dari sektor ekonomi maupun sosial. Contoh dampak tersebut ialah harga sembako yang naik dan berkurangnya interaksi sosial masyarakat di sisi kebudayaan. Dalam hal ini yang paling terdesak adalah ibu rumah-tangga.
Anggota DPRD Seruyan Atinita menyampaikan kepada ibu rumah tangga yang suaminya nelayan maupun buruh perkebunan bahwasanya dalam keadaan seperti sekarang dampak-dampak tersebut jelas akan terjadi.
“Dampak tersebut sudah diprediksi akan terjadi, tetapi kita harus optimis bisa melewati keadaan sekarang. Saya tahu kekhawatiran yang dirasakan ibu rumah-tangga yang suaminya nelayan maupun buruh di perkebunan. Kita sedang berjuang untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 dan meminimalisir dampak-danpak yang ditimbulkannya,” tandasnya, Kamis 9 April 2020.
Pada kesempatan lain ia juga mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar mampu menciptakan langkah dan kerja konkret untuk mengatasi dampak yang mulai meresahkan masyarakat Seruyan, terutama ibu rumah-tangga.
“Pemda harus sesegara mungkin mengambil langkah dan kinerja konkret untuk mengatasi kekhawatiran tersebut. Kami tidak bisa bekerja sendirian mengingat wilayah Seruyan cukup luas. Perlu segera adanya pemantauan yang spesifik untuk itu,” tukasnya.
(zen/matakalteng.com)






















Discussion about this post