PALANGKA RAYA – Petani di Kalimantan Tengah mengeluhkan banyaknya hambatan yang dihadapi dalam mengembangkan pertaniannya. Maruadi, Anggota DPRD Kalteng mengatakan bahwa masyarakat petani memerlukan dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah-masalah yang mereka hadapi.
“Masalah yang paling sering dihadapi oleh masyarakat petani adalah kurangnya saluran irigasi yang memadai. Musim penghujan sering kali mengakibatkan gagal panen karena petani tidak mempunyai saluran irigasi yang memadai,” ujarnya, Kamis, 1 Februari 2024.
Maruadi menambahkan selain itu, masalah-masalah lain yang dihadapi oleh petani di antaranya adalah pupuk yang mahal dan alat pertanian yang kurang memadai. Maruadi menjelaskan bahwa bantuan bibit, pupuk dan alat pertanian saja tidaklah cukup untuk membantu petani dalam mengembangkan pertanian.
“Pemerintah daerah juga perlu memperhatikan dan membantu membuat saluran irigasi, terutama di sektor pertanian masyarakat di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau,” imbuhnya.
Maruadi menyampaikan bahwa dengan adanya saluran irigasi yang memadai maka potensi gagal panen bisa diminimalisir. Oleh karena itu, pemerintah daerah melalui instansi terkait harus memerhatikan dan mendata pertanian masyarakat yang belum memiliki saluran irigasi memadai dan segera membantu membuat saluran irigasinya.
“Pertanian masyarakat merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, sangat perlu didukung agar produksi mereka bisa meningkat dan dapat memberikan manfaat bagi daerah,” tegasnya.
Jadi, upaya meningkatkan pertanian di Kalimantan Tengah memerlukan perhatian pemerintah daerah dan bantuan yang memadai. Dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan saluran irigasi, bibit, pupuk dan alat pertanian yang berkualitas akan membantu masyarakat petani meningkatkan hasil panen mereka, dan pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan daerah.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post