PALANGKA RAYA – Legislator Kalteng, Jainudin Karim melaksanakan reses perorangan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam agenda reses itu ia mengunjungi Desa Parebok di Kecamatan Teluk Sampit.
Jainudin mengungkapkan ketika reses tersebut dirinya telah menerima sejumlah aspirasi salah satunya terkait elpiji 3 kg yang dijual mahal dan langka dari masyarakat Desa Parebok. Hal ini dinilai sangat memberatkan masyarakat terutama kalangan ekonomi menengah kebawah.
“Masyarakat mengeluh harga elpiji 3 kg di desa itu sangat mahal bahkan di eceran harganya bisa mencapai Rp 45 ribu, dan distributor Rp 32-34 ribu per tabungnya. Hal ini memang perlu adanya perhatian serius dari pihak-pihak terkait,” kata Jainudin ketika dikonfirmasi, Minggu, 30 Oktober 2022.
Tidak hanya mahal, elpiji 3 kg di desa tersebut juga kerap mengalami kelangkaan yang membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya.
Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa mencarikan solusi agar kebutuhan masyarakat itu dari segi harga bisa kembali normal dan tidak terjadi kelangkaan.
Di sisi lain, Jainudin menyebut apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini akan segera pihaknya sampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Pemprov Kalteng bahkan untuk membahasnya Komisi II berencana memanggil Dinas Pertambangan dan ESDM Kalteng untuk bersama-sama mencarikan solusi atas permasalahan yang terjadi itu.
“Mahalnya harga dan kelangkaan elpiji 3 kg ini tidak hanya terjadi di Desa Parebok saja, tapi menurut informasi hampir di seluruh Kalteng. Jadi ini perlu kita bahas bersama dinas terkait untuk mencarikan solusinya. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat ini dalam waktu dekat akan kita sampaikan ke pemerintah,” tukasnya.
(Liv/matakalteng.com)






















Discussion about this post