PALANGKA RAYA – Bencana alam yang terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius dari banyak pihak, termasuk Anggota Kalteng, Sriosako. Pasalnya pada tahun 2021 beberapa wilayah di Kalteng berulang kali ditimpa bencana banjir.
“Saya mendorong pemerintah di setiap tingkatan agar memperhatikan secara serius tentang kerusakan hutan yang ada di Bumi Tambun Bungai, sehingga mengurangi dampak bencana alam dan mengorbankan masyarakat Kalteng,” terang Anggota Komisi II DPRD Kalteng ini, Jumat 3 Desember 2021.
Menurut Sriosako secara ilmiah, apabila hutan mengalami kerusakan, maka daya serap air menjadi kurang, maka dari itu harus ada perhatian serius dari pemerintah. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan salah satu yang dapat dilakukan bersama yakni melakukan reboisasi hutan yang selama ini telah banyak mengalami kerusakan.
“Reboisasi tersebut yakni untuk memulihkan kembali keadaan hutan yang rusak sehingga ekosistem menjadi lebih baik,” sebut Politisi Partai Demokrat Kalteng ini. Maka katanya melanjutkan, untuk menyambut hal tersebut, secara anggaran harus dipersiapkan, karena hal ini juga sudah diatur dalam perundang-undangan.
Dia menilai reboisasi harus segera dilakukan, untuk menghindari dampak yang lebih buruk lagi. Sebagai wakil rakyat, Sriosako mengatakan sangat berharap pemerintah fokus memperhatikan hal tersebut, mengingat beberapa kali bencana banjir juga sudah mengancam keselamatan warga masyarakat.
“Semua pihak tentu tidak ingin bencana banjir ini terus berlangsung, lantaran akan banyak dampak yang merugikan kita. Ya kita berharap setiap kebijakan dan peraturan jangan sampai diabaikan, karena ini penting guna keberlangsungan kehidupan di masa mendatang,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post