KUALA KURUN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Balanga telah melaksanakan pameran keliling di Kota Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Pameran ini mengangkat tema bercocok tanam, berladang, dan berkebun, dengan mengundang peserta didik Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Kuala Kurun.
“Saya mengapresiasi UPT Museum Balanga yang melaksanakan pameran disini. Tentu diharapkan pameran serupa bisa rutin digelar,” ucap Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Lily Rusnikasi, Minggu, 13 Maret 2022.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, dengan mengikuti pameran itu, peserta didik SMA dan SMP menjadi tahu tentang benda bersejarah nenek moyang Suku Dayak, sehingga mereka akan semakin mencintai dan bangga dengan budaya dan kearifan lokal.
“Saya ingin kedepan pameran seperti ini tidak hanya dilakukan di Kota Kuala Kurun saja, akan tetapi juga di kecamatan-kecamatan lain di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau ini,” ujarnya.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) I mencakup Kecamatan Kurun, Mihing Raya, dan Sepang ini mengakui, pameran ini sangat membantu peserta didik, karena mereka tidak perlu jauh-jauh ke Museum Balanga di Kota Palangka Raya, untuk melihat berbagai benda bersejarah.
“Semoga ke depan ini bisa rutin dilaksanakan di Kabupaten Gumas,” tuturnya.
Sebelumnya, Kasi Penyajian Tata Pameran dan Pelayanan UPT Museum Balanga Jimmy menuturkan, pameran ini untuk mengenal benda-benda sejarah zaman dulu, benda antik, dan benda yang kegunaannya untuk bercocok tanam, berladang, dan berkebun.
“Zaman dulu kegunaan benda bersejarah ini tidak banyak terpakai di zaman sekarang, sehingga peserta didik diberitahu bagaimana orang zaman dulu menggunakan alat seadanya yang terbuat dari kayu dan rotan,” tandasnya.
(sid/matakalteng.com)






















Discussion about this post