BUNTOK – Miris mendengar informasi terkait mulai maraknya open boking order (Open BO) prostitusi melalui aplikasi daring di Buntok, salah satu anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Bhaskarogra Basuki Dwiatmaja mengingatkan kepada para pengelola hotel di Kota Buntok agar tidak asal menerima tamu.
“Maksudnya, hotel atau penginapan di daerah berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus, jangan dijadikan tempat prostitusi atau esek-esek,” kata Bhaskarogra Basuki Dwiatmaja, saat dibincangi wartawan, Kamis 4 November 2021. Menurut Politisi Nasdem Barsel itu, jangan sampai perbuatan tersebut merusak akhlak masyarakat di daerah setempat.
Dia berharap, hal-hal yang melanggar norma agama itu, jangan dibiarkan berkembang, sebab bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kelamin yang menular, baik itu HIV maupun penyakit kelamin lainnya. “Apa lagi kita sekarang masih mengalami pandemi virus Covid-19, yang belum tahu kapan akan berakhir,” ucapnya.
Kepada pihak hotel, kata wakil rakyat dapil II Barsel itu, diingatkan, agar memperketat dalam menerima setiap tamu, hal itu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Yang pasti mengantisipasi agar hotel-hotel di kota Buntok, tidak terkesan dijadikan tempat prostitusi langsung maupun secara online,” kata dia.
Diakui pria berkacamata minus itu, memang kebanyakan pihak hotel terkesan tidak selektif dalam menerima tamu yang menginap. “Yahh, kita kan pasti tahu, semuanya karena duit-duit…mas Bro,” kata Bhaskarogra mengakhiri.
(co/matakalteng.com)






















Discussion about this post