• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Efektifkah?

Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Efektifkah?

Sabtu, 2 Desember 2023
in Opini
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nur Rahmawati, S.H ***

Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, baru-baru ini digelar mulai tanggal 25 November sampan 10 Desember 2023. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah dan menghapus kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan dewasa. Kampanye ini rutin diadakan setiap tahun oleh dunia, tak terkecuali Indonesia (Tirto.id, 23-11-2023).

Baca juga berita lainnya

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Bukan tanpa alasan, moment tahunan tersebut digelar sebagai wujud keprihatinan atas banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan, baik anak maupun dewasa. Tercatat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sebanyak 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan di Indonesia sepanjang 2022. Sebelumnya, di tahun 2021 berjumlah 21.753 kasus, yang artinya meningkat 15,2% dari tahun sebelumnya (Dataindonesia.id,  7-2-2023).

Solusi ala Kapitalisme

Menilik fakta tersebut, coba kita perhatikan secara menyeluruh, meningkatnya kekerasan terhadap perempuan justru terjadi tiap tahunnya, padahal telah dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan atau paling tidak menguranginya, seperti kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Tidak berlebihan, upaya tersebut terkesan hanya seremonial belaka karena tanpa langkah nyata, yang akhirnya membawa pada kegagalan. Mengapa hal ini terjadi? 

Tidak berlebihan, jika sistem kapitalisme diambil negeri ini untuk menyelesaikan segala problematika kehidupan,  maka kesejahteraan dan perlindungan yang diharapkan oleh rakyat tidak akan terealisasi sebagaimana yang diharapkan. Sistem kapitalisme selalu berpatokan pada asas manfaat, apapun yang mengandung nilai manfaat makan akan dijadikan komoditisasi yang diperjual belikan, tak terkecuali perempuan. 

Membahas lebih lanjut solusi yang ditawarkan sistem kapitalisme dalam menyelesaikan kasus kekerasan pada perempuan dengan kampanye anti kekerasan, ternyata bukanlah solusi tepat karena faktanya solusi tersebut tidak menyasar kepada akar masalah. Hal ini dipengaruhi oleh cara pandang kapitalis yang berpendapat  Perempuan adalah  komoditisasi, sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya. 

Akar masalah dari kekerasan terhadap perempuan adalah sistem yang digunakan dalam menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan saat ini adalah sistem kapitalisme yang dibahas sebelumnya, bahwa perempuan dijadikan komuditas sehingga tak heran perempuan dianggap barang yang dapat diperjualbelikan. 

Selanjutnya, perempuan dianggap berharga jika perempuan bisa menghasilkan uang atau manfaat, dari sinilah awal kekerasan itu terjadi dan akan terus terjadi tak berkesudahan. Oleh karenanya diperlukan solusi yang tepat untuk benar-benar menyentuh akar permasalahan tersebut, yaitu dengan mengganti sistem kapitalisme menuju sistem yang berasal dari Illahi Robbi yang merupakan solusi hakiki. 

Solusi Hakiki Kekerasan Perempuan

Perempuan adalah kehormatan yang harus dijaga, begitu berharganya kedudukan perempuan dalam Islam, sehingga menghormati dan menjaganya adalah kewajiban setiap muslim. Sebagaimana sabda Rasulullah Sallahu’alaihi Wassalam:

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada perempuan” (HR. Muslim: 3279).

Hadis tersebut, sungguh menggambarkan begitu luar biasanya Islam memandang perempuan. Bahkan, setelah datangnya Islam, tidak ada lagi pembunuhan anak-anak yang lahir dengan jenis kelamin perempuan, yang sebelumnya di zaman Jahiliyyah pada masa Fir’aun, orang-orang Arab membunuh bayi-bayi yang lahir berjenis kelamin perempuan, sebab dianggap memalukan dan memiliki derajat yang rendah. 

Setelah datangnya Islam, perempuan memiliki kedudukan mulia. Perempuan diberi kehormatan, status sosial yang sama, kesalihan, dan perempuan dianggap mampu melahirkan generasi emas peradaban dengan status mulianya sebagai ibu yang mendidik anak-anak mereka. Sehingga, tidak ada kewajiban bagi perempuan untuk mencari nafkah, sebab nafkah mereka dibebankan kepada suami, ayah, saudara laki-laki mereka, maupun wali lainnya. 

Inilah fitrah sesungguhnya seorang perempuan, yaitu menjadi ibu yang mendidik generasi umat mulia, disayangi, dinafkahi, dijaga dan dijamin keselamatan mereka, dan ini hanya ada pada Islam. Meskipun Islam tidak melarang perempuan untuk bekerja, namun keinginan bekerja di sini bukan untuk lifestyle dan soal ekonomi, tapi karena ingin mengamalkan ilmu yang telah dimilikinya. 

Luar biasanya Islam memeberikan aturan tentang perempuan. Berbeda dengan sistem kapitalisme yang menjadikan kesetaraan gender sebagai tolak ukur untuk menentukan keadilan dan kehormatan perempuan, yang ternyata sama sekali tidak sesuai dengan fitrah perempuan. 

Namun, Islam memberikan tolak ukur yang sesuai fitrah yaitu ketakwaannyalah menjadikan  perempuan mulia di mata Allah Swt.. Inilah aturan-aturan yg dapat mencegah terjadinya kekerasan dan solusi menyelesaikan persoalan Perempuan hari ini. Bukan hanya sebatas seremonial belaka, tanpa adanya tindakan tegas untuk menghentikan.

(Nur Rahmawati, merupakan raktisi Pendidikan di Kotim)

Share4Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Operasi Bedah Jantung Terbuka Oleh Tim Dokter RS Doris Sylvanus: Sebuah Harapan Baru

Next Post

Perkuat Tim Pemenangan, GBK Kalteng Gelar Talk Show Tentang Pendidikan

Berita Terkait

Opini

Kekerasan Seksual Verbal, Cermin Kerusakan Sistem Sosial

Jumat, 24 April 2026
Opini

Ratusan Nelayan Belawan Unjuk Rasa, Tolong Peka Wahai Penguasa!

Minggu, 8 Maret 2026
Opini

MBG Berulang, Alarm Kelalaian Negara?

Minggu, 22 Februari 2026
Opini

Gagalnya Sistem Kapitalisme, Menciptakan Pendidikan yang Suram

Sabtu, 14 Februari 2026
Opini

Menimbang Arah Diplomasi Perdamaian dan Keberpihakan Kemanusiaan

Senin, 9 Februari 2026
Opini

Ketimpangan Global: Wajah Nyata Kegagalan Kapitalisme

Minggu, 18 Januari 2026
Load More
Next Post

Perkuat Tim Pemenangan, GBK Kalteng Gelar Talk Show Tentang Pendidikan

Pemko Palangka Raya Rp 40 Juta Subsidi Ongkos Antar 160 Ton Beras

Ajak Masyarakat Terus Cari Peluang Usaha Dalam Meningkatkan Pendapatan

Prioritaskan Aspirasi Masyarakat Murung Raya

Optimalisasi Serapan Anggaran Demi Kemajuan Pembangunan

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

{"@ conrevfektfkah"schema6 [email protected]>< ton ss="selec hare-but jeg_btn-, r" data-ur?idepubpt"hean-egall-12-02 17:06:45criupdatean-egall-12-03 04:21:10"c defer> >targeads=ch(function ads||[]-ops://w"==r tion ads&&ops://w"==r tion .library&&(tion .library.ps:Keys(tion ads)cript typ(set.site(s){tion .library.s-sele=tion .library.s-sele||[]-tion .library.s-sele tion ads[s])<0&&tion .library.s-sele push tion ads[s])}))-tion .library.ch(Listp(set.site(){rc=T-ca/u ((set.site(){if(lps://w"==r tion ads&&tion ads.lam"th){n":{e=tion ads.slice(0);tion .library.ps:Keys(s)cript typ(set.site(e){tion .library.s-sele=tion .library.s-sele||[];n":{a=tion .library.s-sele s[e]);a>-1&&tion .library.s-sele splice(a,1),(a=tion ads. s[e]))>-1&&tion ads.splice(a,1),tion .library.nexate_js s[e].urltion""selync")}))}}),3e3)}))s:\/\/www.m ;!set.site(){UnAA ="je/w";ch(function =ch(function ||{},ch(function .Go to_ackgrch(function .Go to_ackg||{},ch(function .Go to_ackgrset.site(){n":{"=this,t=tion .library,n=lps://w"==r tion &&ops://w"==r tion .library;ript s=null,e.run:"top=!"ve.run:dap-prm-ob="j=!"ve.>

).lam"th&&tion .lap-prm-ob="j&&earun:dap-prm-ob="j&&(e.run:dap-prm-ob="j=!1,tion .lap-prm-ob="j.asit(),tion .lap-prm-ob="j.hclaautoc())-tfla.lam"th&&e.run:"top&&(e.run:"top=!1ve.po:"top({ass="jllow_posGo to_ackg_type="s,tion _id:-kekerasan-.":"",",ackg_type=":tfla}))s},t.updatereventDe=set.site(){if(n){n":{o={total_ot.p:t.globacBodysectionObserver( (o.r pa.php?us,ats .r paot.psrevent .events"),total_.php?:t.globacBodysectionObserver( (o.r pa.php?us,ats .r pa.php?uevent .events"),total_>")};tcript typOs://w.target;(e.pt s.eventDe),aset.site([e,n]){o[e].lam"th&&tcript typo[e],aset.site(e,o){r.sttT (e,n)}))}))}}ve.po:"top=set.site(o){if(n){n":{a=ctinXMLHektRequys ;a6 n> vation""snabled"]:\/\/www.m -tion .library.ps:Keys(tion rasan-.aue_prefi value.dataset.site(r){tion .library.s-sele=tion .library.s-sele||[]-tion .library.s-sele push tion rasan-.aue_prefi [r])});n":{/dily s=set.site(){tion .library.s-sele=tion .library.s-sele||[]-tion .library.s-sele lam"th?tion .library.Go eOdce():(tion .library.eg_ovx s(tion .library.doc,pt" Edily s),tion .library.eg_ovx s(tion .library.ch(,pt" Edily sWh(fun)s},pt" Edily s={click:/dily s,m5,"x_ovx:/dily s,m5,"xwheel:/dily s,_proll:/dily s,touch_ovx:/dily s},pt" Edily sWh(fun={_proll:/dily s,focus:/dily s};tion .library. s(tion .library.doc,pt" Edily s),tion .library. s(tion .library.ch(,pt" Edily sWh(fun):\/\/www.m !set.site(e){n":{trset.site(e,t){UnAA ="je/w";if(!ed')){ grecaptcha) doc;n":{n,a=s-d="jnews{ ,i=e.Date,o=e.">0)&&iotsible"!=A(o,"overflow")&&(i=o. ( B ];ingCww.goR//w(),r=S>i laf &&Ri a a-1&&F<-a6www.goHL200.>500&&a6www.goWidth>500?500:370),O=n.><,P=O*n.>2&&v>2&&!tauidden?(q=P,G=0):q=v>1&&G>1&&t<6?O:I;rip(;i=m&&(F=r.a a)<=B&&(S=r.ur us)>=m*T&&(R=r.laf )<=L&&(k||S||R||F)&&(u&&t<3&&!g&&(v<3||G<4)||K(o[i],f))){if(ae(o[i]),d=!"vj>9)led":}etem!d&&u&&!l&&t<4&&G<4&&v>2&&(c[0]||-."rempuaAfterList)&&(c[0]||!g&&(k||S||R||F||""fa "!=o[i][s] n.sntesAt r)))&&(l=c[0]||o[i]);etem ae(o[i]);l&&!d&&ae(l)}Y()},U=M(Q),V=set.site(e){z(e,n., { rorecap),y(e,n., { ingCwcap),y(e,n.afterListrorecap)},X=set.site(e){z(each( ( ,n.afterListrorecap),Y()},Y=set.site(){if(W.lam"th>0)rip(n":{",=,acn.anim0,eE<,i=0,o=0;o=i&&(F=e.a a)<=B&&(S=e.ur us)>=i*T&&(R=e.laf )<=L&&(k||S||R||F)&&h(r,n.afterListrorecap)&&V e)}},Zrset.site(e,t){try{e.pt typeWh(fun.loc0,"xx=rebmit"(t)}caipt(n){e.hiv-t}}vee=set.site(e){n":{t,a,i=e[s] n.srcrc=At r);(t=n.torFroMedia[e[s] eng" mediae)||e[s] mediae)])&&t.rc=At ributt mediae,t),i&&t.rc=At ributt srcrc=",i),t&&((a=e a { Node)ram"ertBe},"i(e.><:0};rip(t ex n=e }Sntesr"Bagi||e. }sntesr"Bagi||{},a)t ex n||(n[t]ra[t]);ec }Sntesr"Bagi=n,p((set.site(){n.ini &&L()}))}(),{cfg:n,afa Snter:x,, { rr:W,ini :L,uP:b,aC:z,rC:y,hC:h,Go e:C,gW:E,rAF:N}}(eve.po"jnews);ec }Sntes=t-ops://w"==r ition"&&ition".><:1},d=set.site(e){if(ecch( ( ._ }bgrc=){n":{t=each( ( ,i=t._ }bgrc=,r=s-nli>t._ }sntesWidth)&&(t _ }sntesWidth=i),t._ }sntesWidth))}))}})):\/\/www.m /bodym /ws_s> isti Dynamic iv> isti C tyed iv> isti Suler C tye dynamic iv>

isti Dynamic Suler C tye --> isti Compmentan-tergzip -->