SAMPIT – Di tengah kabar pemangkasan tunjangan tenaga kesehatan (nakes), RSUD dr Murjani Sampit tetap menunjukkan dedikasi tanpa kompromi terhadap pelayanan publik.
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany menegaskan, meski ada kebijakan rasionalisasi anggaran, semangat para tenaga medis di rumah sakit tersebut tidak surut sedikit pun.
“Pemangkasan tunjangan nakes tidak kami jadikan alasan untuk menurunkan kualitas kerja. Kami bekerja karena panggilan kemanusiaan, untuk masyarakat,” ujar dr Yulia, Kamis 10 April 2025.
Kepastian ini menjadi penegas bahwa RS Murjani tetap berdiri tegak di garis depan pelayanan kesehatan, meski anggaran dipangkas dan isu efisiensi anggaran menjadi sorotan publik.
Pemangkasan itu terjadi sebagai bagian dari kebijakan rasionalisasi. Namun, hal tersebut berlaku umum bagi semua pegawai Pemkab, dan bukan hanya tenaga kesehatan.
“Kami tetap bekerja, karena kesehatan masyarakat lebih penting dari sekadar angka di slip gaji,” ujarnya singkat, tapi penuh makna.
Dalam kondisi apapun, RSUD dr Murjani terus menjadi benteng pelayanan kesehatan masyarakat Kotim. Sebuah bukti bahwa dedikasi sejati tak ditentukan oleh besaran tunjangan, melainkan oleh komitmen pada kemanusiaan.
Komitmen tenaga medis ini menjadi sorotan penting setelah mantan Wakil Ketua DPRD Kotim, H Supriadi, mempertanyakan keputusan Pemkab memangkas tunjangan di sektor kesehatan dan pendidikan
Ia menyayangkan bahwa pemangkasan justru menyasar sektor strategis, sementara di saat bersamaan terjadi penambahan tenaga honorer.
“Alih-alih memangkas anggaran yang tidak krusial, justru sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan yang dikorbankan,” kritik Supriadi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post