PALANGKA RAYA – Polresta Palangka Raya kembali mengingatkan seluruh personelnya untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online. Penegasan tersebut disampaikan saat apel pagi yang dipimpin Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polresta Palangka Raya AKP Robertus Sonny di Mapolresta Palangka Raya, Jumat (19/6/2026).
“Berdasarkan atensi pimpinan, seluruh personel diminta menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran, khususnya terkait kasus narkoba dan judi online yang harus senantiasa kita jauhi,” kata Robertus Sonny saat menyampaikan amanat apel.
Apel pagi tersebut diikuti para pejabat utama, perwira, bintara, serta aparatur sipil negara (ASN) Polri di lingkungan Polresta Palangka Raya. Kegiatan rutin itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan arahan dan penekanan terkait disiplin personel.
Dalam amanatnya, Robertus menyampaikan bahwa pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam narkoba maupun judi online menjadi perhatian serius pimpinan. Karena itu, seluruh personel diminta menjaga integritas serta mematuhi aturan yang berlaku.
“Tidak ada ruang bagi personel Polri yang terlibat narkoba maupun judi online. Sanksi tegas akan diberikan sesuai peraturan yang berlaku kepada siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan dalam penyalahgunaan narkoba maupun perjudian berbasis daring tidak hanya berdampak pada individu yang bersangkutan, tetapi juga dapat mencoreng citra institusi kepolisian di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dampak negatif dari kedua pelanggaran tersebut dapat merusak kesehatan, moral, hingga masa depan karier anggota Polri. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui pengawasan dan penguatan disiplin internal.
“Kami mengajak seluruh personel untuk saling menjaga dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun institusi,” ujarnya.
Penekanan terhadap bahaya narkoba dan judi online terus dilakukan jajaran Polresta Palangka Raya sebagai bagian dari komitmen menjaga profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, pembinaan personel secara berkelanjutan dinilai penting untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, disiplin, dan bebas dari berbagai bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setiap anggota harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat, dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai Polri,” tutup Robertus.
(rzl/matakalteng)
















Discussion about this post