SAMPIT – Aksi pencurian sepeda motor kembali terjadi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini, motor milik seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) Bhayangkari berhasil digondol maling saat diparkir di halaman sekolah pada Selasa, 5 Agustus 2025 dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.07 WIB dan sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi. Dalam rekaman tersebut, tampak pelaku dengan leluasa membawa kabur motor korban saat suasana lingkungan masih sepi dan gelap.
Menurut keterangan salah satu warga sekitar bernama Ani, sebelum mencuri di halaman TK Bhayangkari, pelaku diduga sempat mencoba mencuri motor milik warga yang terparkir di gang dekat sekolah.
“Sepertinya pelakunya sama. Dia sempat mencoba mengambil motor milik tetangga saya. Stop kontaknya dirusak, mungkin niatnya mau dibawa kabur tapi gagal,” kata Ani.
Karena gagal di lokasi pertama, pelaku kemudian berjalan menuju halaman TK Bhayangkari dan melihat sepeda motor jenis Yamaha Vega R milik guru yang sedang terparkir. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil membawa motor tersebut tanpa diketahui siapa pun.
“Saya lihat di rekaman CCTV, dia dengan cepat membawa motor itu. Gerak-geriknya seperti sudah profesional, mungkin dia sudah sering melakukan aksi seperti ini,” tambah Ani.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban aksi pencurian sepeda motor Vega R di TK Bhayangkari tersebut ternyata milik Ustadz Fahrul, seorang guru sekaligus pengasuh di Taman Kanak-kanak tesebut.
Dalam rekaman, terlihat seorang pria berambut gondrong, mengenakan celana pendek, helm, dan membawa tas, mondar-mandir di depan gerbang sebelum akhirnya masuk ke halaman TK dan membawa kabur sepeda motor korban.
Menurut Ahmad Hakim, Satpam TK Bhayangkari, korban yang dikenal sebagai Ustadz Fahrul, memang kerap tidur di sekolah karena rumahnya berada di kawasan Mentaya Seberang dan harus menyeberangi sungai setiap harinya.
“Beliau sering tidur di TK, supaya tidak bolak-balik nyebrang. Saat kejadian, beliau sedang tidur. Motornya dikunci stang, tapi pagar depan lupa digembok. Pagar tertutup rapat, tapi tidak dikunci. Mungkin ini yang dimanfaatkan pelaku,” ujar Ahmad Hakim saat diwawancarai wartawan.
Motor yang dicuri merupakan Yamaha Vega R. Dari rekaman CCTV, pelaku tampak awalnya berjalan melintasi TK untuk memantau situasi. Setelah memastikan keadaan aman dan melihat pagar tidak dikunci, ia kembali masuk ke halaman dan langsung mengeksekusi motor korban.
“Kalau dilihat dari cara kerjanya, pelaku ini sepertinya profesional. Dia tidak butuh waktu lama, sekitar 10 detik saja sudah berhasil membobol kunci motor. Motor langsung hidup dan dibawa kabur. Kemungkinan besar pelaku memang membawa alat khusus untuk membobol kunci,” tambah Ahmad.
Hingga kini, pihak kepolisian belum ada keterangan dari pihak Kepolisian setempat. Namun, diketahui bahwa korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ketapang.
(gus/matakalteng)






















Discussion about this post