SAMPIT – Untuk menjaga stabilitas harga beras khususnya selama bulan Ramadan yang kerap kali menyebabkan kenaikan harga pada komoditi beras, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menjual beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Hal ini sesuai dengan arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dan instruksi itu hanya berlaku hingga 29 Maret 2025 atau selama bulan Ramadhan saja,”kata Kepala Perum Bulog KC Kotim Muhammad Azwar Fuad di Sampit, Kamis 13 Maret 2025.
Dijelaskannya, penjualam beras SPHP sempat distop pada 7 Februari 2025 agar Bulog bisa fokus untuk menyerap gabah beras. Namun pada awal Maret 2025, Bulog diperbolehkan kembali menjual beras SPHP dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Terutama, melihat hasil rapat pengendalian inflasi beberapa waktu lalu Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim menyampaikan bahwa terjadi kenaikan harga beras selama Februari 2025.
“Minat masyarakat terhadap beras SPHP cukup tinggi, sehingga penjualan kembali beras ini efektif untuk menjaga stabilitas harga beras. Beras SPHP sendiri merupakan program dari Bapanas, sedangkan Bulog hanya bertugas memasarkan,”bebernya.
Tambahnya, kebutuhan beras selama Ramadan kerap kali meningkat meski masyarakat sedang berpuasa. Apalagi pada Idulfitri mendatang ada momen zakat fitrah. Sehingga kebutuhan masyarakat akan beras tentunya semakin meningkat.
“Untuk harga beras SPHP masih sama seperti sebelumnya, bagi RPK yang mengambil ke gudang Bulog dikenakan harga Rp11.300 per kilogram dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk dijual kepada masyarakat Rp13.100 per kilogram,”sebut Fuad.
Sementara, bagi masyarakat yang membeli langsung ke Bulog dikenakan harga Rp63.000 per lima kilogram, karena semua beras yang dijual di kantor Bulog sudah dikemas dengan kemasan lima kilogram.
Sebagai informask, stok beras yang ada pada Bulog Sampit saat ini sekitar 3.000 ton beras. Jumlah tersebut diperkirakan mampu bertahan lima hingga enam bulan kedepan, dengan pertimbangan rata-rata pengeluaran beras dari Bulog Sampit sekitar 600 ton per bulan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post