SAMPIT – Petambak ikan lele di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur terpaksa harus memanen ikan lele di usia muda lantaran banyaknya ikan lele yang mati di dalam tambak.
“Khawatir semakin banyak yang mati, akhirnya kami melakukan panen lebih cepat dibanding seharusnya. Meskipun ikan masih berumur 4 bulan dan masih kecil,”kata seorang petambak Ikan Lele, Komo, Jumat 25 Oktober 2024.
Menurutnya, ikan lele banyak yang mati lantaran perubahan iklim. Bahkan di salah satu kolam tambak terjadi mati masal yang menyebabkan kerugian lantaran usia ikan masih 3 bulan.
“Untungnya beberapa kolam yang lain masih aman, tapi saya segera melakukan pemanenan karena takut banyak yang mati lagi,” ujarnya.
Namun lanjutnya, perubahan iklim ini juga belum bisa dipastikan menjadi penyebab utama kematian ikan-ikan di kolam. Hanya ia memperkirakan kondisi air kolam tidak stabil akibat perubahan cuaca belakangan.
“Panen sebelum masanya memang rugi, karena ukuran ikan yang masih tanggung, sementara biasanya penampung ikan lebih mengutamakan yang usia panen 6 bulan dan ukuran ikan lebih ideal untuk rumah makan,”bebernya.
Akan tetapi menurutnya dibandingkan harus menunggu besar namun kemungkinannya juga ikut mati seperti ikan lainnya maka pihaknya lebih memilih agar ikan dijual dengan ukuran kecil karena masih ada peminatnya memiliki harga lebih rendah.
“Kami ingin melakukan konsultasi dulu kepada Dinas Perikanan setempat bagaimana solusi untuk mengantisipasi masalah seperti ini,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post