PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah (OJK Kalteng) baru-baru ini melaporkan bahwa sektor jasa keuangan di provinsi tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup positif hingga September 2023. Dalam laporannya, OJK Kalteng menyatakan bahwa tiga sektor utama dalam jasa keuangan, yaitu perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non-bank, mengalami peningkatan kinerja dan fungsi intermediasi yang semakin meningkat.
Seperti dikutip dalam laporan, keberhasilan OJK Kalteng dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut serta memberi kontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah.
“Selain itu, OJK Kalteng juga menggelar kegiatan pengawasan dan edukasi keuangan bagi masyarakat untuk melindungi kepentingan publik dan mencegah penyebaran produk dan layanan keuangan ilegal yang berbahaya,” ujar Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy, Selasa, 5 Desember 2023.
Khususnya dalam sektor perbankan, baik konvensional maupun syariah mengalami pertumbuhan kinerja yang sangat positif. Aset Bank Umum di Provinsi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 12,3 persen (yoy) pada bulan September 2023. Selain itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 8,26 persen (yoy) dan Kredit meningkat sebesar 10,64 persen (yoy), dengan tingkat kredit bermasalah (Non-Performing Loan) sebesar 1,34 persen.
“Kredit bank umum juga didominasi oleh Kredit Konsumsi dengan 5 sektor ekonomi terbesar, yaitu pertanian, perburuan, dan kehutanan, untuk pemilikan peralatan rumah tangga, pedagangan besar dan eceran, untuk pemilikan rumah tinggal, dan industri pengolahan,” tambahnya.
Sementara itu, sektor industri keuangan non-bank dan Pasar Modal di Kalimantan Tengah juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Industri Keuangan Non-Bank mencatat pertumbuhan piutang pembiayaan sebesar 30,74 persen (yoy) dengan NPF sebesar 1,25 persen pada bulan September 2023. Sementara pada sektor pasar modal, jumlah investor saham terus meningkat setiap tahunnya, di mana hingga bulan September 2023 jumlah investor saham di Kalimantan Tengah bertambah sebanyak 17.330 investor.
Meskipun jumlah transaksi saham pada bulan September 2023 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, total saham yang dimiliki di bulan September 2023 meningkat sebesar Rp272,89 miliar.
“Hal ini menunjukkan adanya tren bahwa investor saham di Kalimantan Tengah mayoritas merupakan investor jangka panjang yang tidak melakukan transaksi jual beli secara cepat,” ungkapnya.
Dalam perkembangan positif sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah, OJK Kalteng terus berupaya memajukan sektor tersebut dengan menjaga stabilitas industri keuangan serta memberi edukasi dan pelindungan bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat memajukan pertumbuhan ekonomi serta mencegah praktik-praktik keuangan ilegal di wilayah tersebut.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post