SUKAMARA – Penjabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana mengatakan bahwa kecelakaan lalulintas di Kabupaten Sukamara yang terjadi didominasi oleh laka tunggal.
Hal itu, salah satu faktornya adalah pengendara yang tidak fokus dan human error selain kondisi jalan yang saat ini sudah sangat memadai untuk jalan dalam kota dan luar kota.
Karena itu, Rendy Lesmana mengharapkan masyarakat untuk bisa tertib dalam berlalulintas, dari data Satlantas Polres Sukamara selama tahun 2024 telah terjadi 10 kasus lakalantas yang lebih dominasi laka tunggal.
“Perlu kita ingatkan terus untuk taat aturan saat berkendara, faktanya juga jalan-jalan di Kabupaten Sukamara sudah nyaman semua masyarakat bisa merasakan semua dari proses pembangunan baik anggaran dari kabupaten maupun provinsi yang membuat kenyamanan saat kendaraan,” terang Rendy Lesmana, Senin 14 Oktober 2024.
Rendy Lesmana mengungkapkan jika dengan kenyamanan jalan-jalan yang ada di Kabupaten Sukamara harus terus ditingkatkan kewaspadaan dan ekstra hati-hati.
“Faktanya, kecelakaan lalu lintas yang terjadi banyak yang kecelakaan tunggal artinya, kan mungkin mereka tidak konsentrasi dan terlalu nyaman sehingga menyebabkan terjadi kecelakaan,” terang Rendy Lesmana.
“Kita berharap masyarakat yang berkendara tidak mesti dalam keadaan cepat, namun bisa berkendara walau menuju ke luar kota jadi kita himbau lah pastilah apalagi terkenal dengan keselamatan untuk pribadi masing-masing,” jelas Rendy Lesmana.
Rendy Lesmana yang hadir secara langsung pada apel gelar pasukan Operasi Zebra Telabang 2024 di Mapolres Sukamara menyambut baik kegiatan menyambut baik kegiatan tersebut yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalulintas.
Rendy Lesmana mengatakan bahwa operasi zebra telabang 2024 yang dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Tengah beserta polres jajaran merupakan upaya untuk menjaga situasi kondusif menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Selain itu juga untuk memberikan rasa aman dimasa kampanye pilkada 2024
“Beberapa arahan dari Polda tadi disampaikan kalau diantaranya adalah untuk melihat situasi, kondisi atau titik lokasi tertentu yang akan terjadi kepadatan lalu lintas sehingga bisa dilakukan intervensi,” terang Rendy Lesmana.
“Selain itu juga sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan tentunya untuk mewujudkan tertib berlalulintas juga salah satu bentuk dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam rangka untuk menciptakan keamanan yang kondusif,” tukas Rendy Lesmana.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post