SUKAMARA – Penjabat Bupati Sukamara, Rendy Lesmana memimpin secara langsung apel gelar pasukan dan sarana prasarana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bentuk kesiapan dan tetap siaga di Halaman Kantor Bupati Sukamara, Senin 2 September 2024.
Rendy Lesmana mengatakan bahwa berdasar info dan data dari BPBD Sukamara bahwa jumlah karhutla mengalami penurunan, namun pihaknya meminta untuk tetap waspada karena musim kemarau masih berlangsung.
“Dari data yang kami dapatkan bahwa Karhutla pada awal bulan September ini memang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 kemarin yakni lebih kurang 6,9 persen, namun demikian kita tetap harus berhati hati karena puncak cuaca panas ekstrem diperkirakan terjadi pada Bulan September dan Oktober ini,” ujar Rendy Lesmana.
Rendy Lesmana menerangkan jika perkiraan puncak cuaca panas ekstrem pada bulan tersebut maka semua pihak harus terus siaga dengan personil dan Sapras yang ada sesuai dengan instruksi saat koordinasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Sehingga dengan kesiapan personil ini maka kita melalui Tim Satgas akan tetap secara rutin melaksanakan patroli dan ketika ada kejadian luar biasa maka BPBD segera melaksanakan penanggulangan,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, diharapkan pihak terkait lainnya seperti pos lapangan yang telah dibentuk untuk secara rutin melaksanakan patroli termasuk mensosialisasikan terkait dengan bencana Karhutla, sementara Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk oleh Manggala Agni dan KPHP juga diminta untuk selalu berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan
“Kami juga mengimbau kepada seluruh perangkat daerah sampai ketingkat RT dan RW agar melaksanakan pengawasan secara rutin untuk mengkoordinir apabila terjadi hal luar biasa terkait dengan bencana Karhutla,” tukasnya.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post