SUKAMARA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara kembali menggelar sosialisasi pengawas dan pemotongan hewan kurban untuk Kecamatan Jelai yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Mei 2024.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara, Sri Pambudi mengatakan bahwa sosialisasi tersebut digelar disetiap kecamatan untuk memberikan pemahaman kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses pemotongan hewan kurban agar diperoleh daging kurban yang layak konsumsiÂ
“Tujuan utama sosialisasi adalah untuk memperoleh daging kurban yang layak konsumsi baik dari segi kesehatan maupun segi keagamaan sehingga pembekalan terhadap Panitia qurban menjadi agenda rutin setiap tahun,” jelasnya, usai kegiatan sosialisasi di Kecamatan Jelai.
Sri Pambudi juga menegaskan bahwa untuk pemeriksaan kesehatan hewan kurban pihaknya akan menerjunkan petugas pemeriksa yang berasal dari dokter hewan dan PPL akan memulai tugasnya baik untuk memeriksa hewan yang diperjualbelikan oleh pedagang atau hewan yang sudah diserahkan ke Panitia kurban.
“Jadi sosialisasi ini kami harapkan akan menjadi sarana agar semua yang terlibat dalam proses pemotongan hewan kurban paham dan mengerti sehingga semua sesuai dengan standar dan kaidah kesehatan serta kaidah Islam,” tuturnya.
Sri Pambudi menerangkan bahwa dalam pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban nanti akan dilakukan dua kali yaitu pemeriksaan ante mortem atau sebelum disembelih dan post mortem atau setelah disembelih.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa tempat pemotongan hewan kurban saat ini sudah mulai didata oleh pihak kecamatan serta panitia kurban juga akan melaporkan tempat pemotongan hewan kurbannya.
Menurut Sri Pambudi, tempat pemotongan hewan kurban yang terdata tersebut akan yang terdaftar sebagai upaya untuk mempermudah dalam koordinasi.
“Yang mendata tempat pemotongan hewan kurban dari pihak kecamatan dan panitia kurban juga akan melapor ke dinas juga, karena akan memudahkan dalam koordinasi untuk pemeriksaan dan pengawasan,” tukas Sri Pambudi.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post