SUKAMARA – Pengelolaan lahan pertanian di Kabupaten Sukamara masih belum maksimal, hal itu menjadi kendala tersendiri dalam upaya peningkatan hasil panen dan pencapaian ketahanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara, Dwi Harsini mengatakan bahwa potensi lahan pertanian di Kabupaten Sukamara khusus di Desa Sungai Pasir mencapai 900 hektar.
Namun saat ini yang telah diolah dan ditanami oleh petani baru 540 hektar, berbagai kendala dialami oleh petani untuk dapat mengelola lahan pertanian tersebut.
“Kendala kurangnya alat sistem pertanian membuat pengelolaan lahan pertanian kurang maksimal, sehingga juga mempengaruhi masa taman,” jelasnya, Jumat, 19 April 2024.
“Kalau untuk alat pertanian seperti hand traktor masih sangat kurang untuk kelompok saja baru ada 16 unit dimana satu kelompok satu unit dan kita juga sudah keluarkan hand traktor dari dinas sebanyak 5 unit juga masih belum maksimal,” terangnya.
Kurangnya alsintan tersebut juga berdampak pada tidak serentaknya masa taman yang dilakukan oleh para petani di Desa Sungai Pasir, hal itu juga berakibat pada hal panen gabah tahun ini.
“Kami dari dinas juga sudah mencarikan solusi terkait dengan kekurangan alat mesin pertanian ini dengan menyampaikan proposal ke Pemprov maupun ke kementerian pertanian terutama untuk hand traktor dan alat panen,” jelasnya.
Menurut Dwi Harsini dengan adanya alat mesin pertanian khususnya hand traktor, maka petani akan dengan mudah mengolah lahan pertanian hal itu akan membuat masa tanam serempak dan akan mengurangi hama penyakit akibat pertanaman serempak.
“Karena kalau penanaman padi tidak serempak akan mudah terserang hama penyakit,” tukasnya.
(akh/matakalteng)






















Discussion about this post