KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan Bahrun Abbas mengatakan, bahwa dana yang dimiliki oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Seruuan secara total masih cukup untuk operasional dan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.
“Secara total, sebenarnya untuk dana operasional Puskesmas cukup untuk melakukan pelayanan di masyarakat,” katanya, Selasa 2 Mei 2023.
Ia menjelaskan, bahwa keinginan dari kepala daerah adalah agar seluruh lapisan masyarakat di Bumi Gawi Hatantiring terlindungi oleh BPJS Kesehatan, baik itu yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), oleh pemerintah melalui Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan lain sebagainya maupun karyawan swasta.
“Dan di luar itu yakni masyarakat tidak mampu yang ditanggung oleh pemerintah daerah, tahun ini anggarannya kurang lebih Rp18 miliar. Kemudian dana Rp18 miliar yang kita setorkan itu sebagian kembali ke Puskesmas sebagai dana kapitasi,” ujarnya.
Sebagian dana tersebut akan kembali ke Puskesmas tergantung jumlah ketenagaan Puskesmas, jenis ketenagaan serta jumlah kepesertaan. “Sebagai contoh, yang paling banyak itu di Puskesmas Kuala Pembuang I yang kembali ke Puskesmas itu lebih dari Rp1 miliar. Yang mana ini bisa mereka gunakan sebagai operasional Puskesmas selain jasa pelayanan,” tambahnya.
Kemudian, per 1 Januari 2023 ini juga seluruh Puskesmas di Kabupaten Seruyan sudah ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Dengan BLUD, kita harapkan pendapatan bisa bertambah. Lalu ada juga DAK non fisik kurang lebih Rp11 miliar yang nanti akan dibagi untuk Puskesmas se-Kabupaten Seruyan,” pungkasnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post