KUALA PEMBUANG – Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM), dari 100 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Seruyan, masih terdapat 13 desa tertinggal.
“Ada 13 desa tertinggal, 56 desa berkembang, 21 desa maju dan 17 desa mandiri,” kata Bupati Seruyan Yulhaidir melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Seruyan Budi Rahman baru-baru ini.
Menyikapi hal tersebut, ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Pertama, ia meminta agar kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Yakni dengan menaikan status desa tertinggal menjadi desa berkembang, bahkan menjadi desa maju dan mandiri dengan memanfaatkan dana desa yang ada untuk hal-hal yang produktif di desa,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, yang kedua selaku stakeholder terkait tentunya harus hadir, memberikan pendampingan, dukungan serta fasilitasi bagi masuknya investasi ke desa. “Baik atas inisiatif dan upaya desa sendiri dalam menarik investasi, maupun atas upaya dan fasilitasi yang kita lakukan,” ujarnya.
Bahkan tidak hanya itu, ia juga meminta agar kelembagaan ekonomi desa harus dibangun dan dikuatkan. “Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan BUMDes bersama, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perdesaan. Jiwa kewirausahaan warga desa harus kita tumbuhkan, produk-produk unggulan desa harus distimulasi, dan yang terpenting lagi adalah apa yang dihasilkan oleh warga desa harus terhubung dengan pasar yang menguntungkan mereka,” pungkasnya.
(ald/matakalteng.com)






















Discussion about this post