PALANGKA RAYA – Indonesia, tak terkecuali Kalimantan Tengah (Kalteng), akan menghadap pesta demokrasi. Pemilu serentak 2024 mendantang, dipastikan akan berlangsung ketat dan penuh persaingan antar kubu, yang tidak hanya melibatkan pihak yang mencalonkan diri, akan tetapi para simpatisan ataupun pendukung.
Pesta demokrasi tersebut akan berlangsung dua babak, yaitu babak pertama dilaksanakan pemilihan presiden (Pilpres) yang berbarengan dengan pemilihan legislatif (Pileg), baik DPR RI dan DPRD tingkat kabupaten dan kota.
Kemudian babak kedua dilaksanakan pemilihan kepala daerah, baik itu gubernur, bupati dan wali kota.
Dalam masa-masa tersebut peran media massa dapat dikatakan sebagai aktor yang memegang peranan cukup penting untuk menyampaikan informasi, baik tahapan Pemilu, termasuk kegiatan pihak yang maju pada kontestasi politik tersebut.
“Sudah tidak asing lagi media massa punya peran di sini (Pemilu), biarpun tidak terlibat secara langsung, namun informasi yang disampaikan melalui pemberitaan kepada masyarakat akan ada dampaknya,” kata Anggota Dewan Pers, Asmono Wikan, Selasa, 12 September 2023.
Untuk itu, dirinya kembali mengingatkan posisi pers dalam kegiatan pesta demokrasi ini. Selain soal netralitas, pers diharapkan turut memastikan segala informasi yang diberitakan tidak berkaitan dengan hal negatif.
“Misalkan pemberitaan yang ramah kepada anak muda, yang konsen pada keberagaman, jadi ada banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh jurnalistik tidak semata-mata dari proses ataupun kegitan pihak tertentu,” ucapnya.
Ditegaskannya, bahwa soal posisi pers pada pesta demokrasi ini sudah bukan hal yang asing. Sebab semua pihak yang menjadi peserta Pemilu serentak sangat memerlukan keberadaan media massa untuk menyampaikan informasi seputar kegiatan dan program yang dijanjikan.
Tentu Dewan Pers tidak bisa membatasi hal tersebut karena sudah menjadi suatu kewajaran. Hanya saja media massa diingatkan lebih menyajikan berita Pemilu yang positif yang berdampak kepada kesejukan suasana politik di Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Pemilu inikan adalah sebuah kekayaan sumber informasi yang bisa diolah. Jadi kalau soal peran pers ini, pada intinya tidak hanya tahapan, tapi ada sisi lain yang bisa berdampak baik untuk masyarakat,” pungkasnya.
(rzl/matakalteng.com)






















Discussion about this post