PALANGKA RAYA – Rektor Universitas Palangkaraya (UPR), Andrie Elia mengatakan, pihaknya menargetkan setidaknya lima program studi (prodi) di universitas ternama di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini terakreditasi internasional.
“Saya mengupayakan untuk kemajuan UPR ini, minimal ada lima prodi terakreditasi internasional nantinya,” katanya, saat memberikan kuliah umum pada orientasi keorganisasian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalteng, Sabtu 16 Juli 2022.
Disebutnya, secara umum UPR memiliki akreditas B. Menurutnya, kondisi ini memerlukan perhatian serius dalam prioritas pengembangan UPR ke depan, agar peringkat akreditasi yang diperoleh bisa meningkat.
Sehingga diharapkan nantinya mampu melaksanakan pendidikan yang berkualitas, yang didukung oleh kurikulum, SDM, sarana dan prasarana serta manajemen tata kelola yang berkualitas, dan dikenal luas dan dipercaya oleh masyarakat, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas.
“Oleh sebab itu prodi dengan predikat terakreditasi secara internasional harus dilakukan tentunya melalui berbagai strategi dan kegiatan, dan juga dukungan pendanaan untuk mencapai target yang diharapkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur PPIG UPR Dhanu Pitoyo yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan kewartawanan itu menyebutkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan dua prodi untuk memperoleh akreditasi Internasional yaitu Prodi Biologi dan Teknik.
“Sementara untuk prodi lainnya secara bertahap akan terus dikembangkan terutama sistem dan SDMnya yang ada pada sejumlah fakultas. Tapi secara keseluruhan Prodi kami akreditasinya bagus,” ungkapnya.
Ditambahkan, terkait akreditasi itu sebanyak dua prodi dari Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) memperoleh akreditasi A, prodi dengan akreditasi B berjumlah 40, sebanyak 5 prodi yang terakreditasi baik sekali.
“Dan kami akui memang masih ada prodi yang terakreditasi C, totalnya 7 prodi. Tapi kami upayakan prodi tersebut selanjutnya akan lebih baik lagi sesuai harapan Rektor kami,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)






















Discussion about this post