PALANGKA RAYA – Imbas dari munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, mengakibatkan langka dan mahalnya harga daging sapi di Kota Palangka Raya. Hal ini disampaikan oleh Kepala UPT Puskeswan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono yang menyebutkan wabah PMK akan menimbulkan dampak sosio-ekonomi karena langkanya stok daging sapi.
“Saat ini harga daging sapi menembus Rp 170 ribu perkilo. Padahal untuk harga normal daging sapi ada di harga Rp130 ribu perkilo,” sebut Eko, Selasa 17 Mei 2022. Lanjutnya, untuk saat ini belum ditemukan adanya kasus PMK di Kota Cantik. Ia menambahkan selama ini daerah sumber ternak untuk Kota Palangka Raya berasal dari Provinsi Jawa Timur, sedangkan saat ini diberlakukan lockdown. Jadi, sapi tidak bisa dijual ke luar.
“Saat ini andalan sumber ternak untuk kita dari Sulawesi, tapi syaratnya pengiriman sapi harus dilakukan isolasi 14 hari, sehingga membuat pengusaha rugi,” tandasnya. Sebagai informasi sebelumnya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kalteng Riza Rahmadi mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota se Kalteng melakukan pengawasan masuknya hewan ternak ke Kalteng.
Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat untuk melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yakni sapi, domba, kambing dan babi ke Kalteng melalui pelabuhan di Kumai, Seruyan, Sampit dan Bahaur. “Kami minta kepada para petugas untuk betul-betul memperhatikan masuknya hewan ternak ke Kalteng, terlebih jangan sampai ada yang masuk dari empat kabupaten yang sudah dilockdown oleh Kementan,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dijelaskannya, pihaknya telah melihat di adanya hewan ternak yang masuk ke Kalteng pada 29 April lalu sekitar 150 ekor sapi yang berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya melalui Pelabuhan Kumai. Untuk itu, pihaknya langsung melakukan identifikasi terhadap sapi-sapi yang sudah masuk itu.
Beberapa waktu lalu pihaknya turun ke lapangan beserta beberapa dokter hewan dan tim dari Balai Veteriner Banjarbaru dan telah mengambil sampel 30 ekor sapi di Kabupaten Kotawaringin Barat. Hasil daripada sampel itu sudah dikirim ke Balai Veteriner Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan tes PCR.
(vi/matakalteng.com)














Palangka Raya