PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan, komunikasi yang intens diperlukan dalam melaksanakan pengawasan warga yang melakukan isolasi.
“Komunikasi ini guna memaksimalkan pengawasan bagi warga yang menjalani isolasi. Baik itu isolasi secara mandiri ataupun terpusat di fasilitas yang telah disediakan,” katanya, Senin 23 Agustus 2021.
Andjar mengungkapkan warga yang melakukan isolasi mandiri (Isoman) sejauh ini sangat sulit untuk diawasi. Hal itulah yang akhirnya membuat diberlakukannya isolasi terpusat.
“Ada beberapa warga yang menjalani isolasi di rumah, namun fasilitasnya tidak memadai. Alhasil mereka keluar rumah. Padahal yang namanya isolasi itu tidak keluar rumah,” tukasnya lagi.
Disisi lain sambung Andjar, terbatasnya jumlah petugas kesehatan ataupun satgas yang bertugas mengawasi warga yang menjalani isolasi sejauh ini menjadi faktor kendala
Bila sesuai dengan skema PPKM Mikro, maka camat, lurah, RW/RT dan dinas kesehatan didorong harus bisa mengidentifikasi situasi di lapangan. Terutama wilayah-wilayah yang fasilitas isolasinya terbatas.
Karena itulah, tujuan pemberlakuan isolasi terpusat ialah untuk mengatasi permasalah-permasalah dan mengoptimalkan penanganan Covid-19. Dengan menerapkan sistem isolasi terpusat, maka warga yang menjalani isolasi akan mudah dipantau.
“Jadi, bagi warga yang ingin menjalani isolasi, namun tidak mampu untuk isoman yang sempurna, maka kami anjurkan untuk melakukan isolasi di fasilitas yang telah disediakan pemerintah,” pungkasnya.
(vi/matakalteng.com)






















Discussion about this post