NANGA BULIK – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan pendakwah agama Islam pada zaman modern saat ini, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lamandau melaksanakan pembinaan dakwah via Media Sosial (Medsos).
Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Kemenag Lamandau pada Rabu 21 Oktober 2020 itu, diikuti oleh puluhan penyuluh agama Islam non PNS dari 8 (delapan) kecamatan.
“Hari ini kita laksanakan pembinaan kepada Penyuluh agama Islam non-PNS. Saat ini, kita punya 46 penyuluh agama non PNS yang tersebar di seluruh kabupaten Lamandau,” ungkap Kepala Kemenag Lamandau, H Hamim usai membeeikan materi pada kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembinaan tersebut bertujuan untuk menyatukan visi dan misi penyuluh agama dalam melaksanakan tugas diwilayahnya masing-masing.
“Harapan kita, melalui kegiatan ini akan menyatukan langkah dalam rangka melaksanakan tugas, sehingga saat melaksanakan penyuluhan di masyarakat menghasilkan hasil yang maksimal dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT,” ujarnya.
H Hamim menjelaskan, kegiatan dakwah di era globalisasi mengalami pergeseran, jika sebelumnya dhanya dilaksanakan melalui majelis-majelis pengajian, kini dapat dilakukan dengan media internet.
“Pada ada saat ini momennya media sosial, sehingga melalui pembinaan ini diharapkan penyuluh agama dapat memanfaatkan medsos sebagai media pembantu untuk melaksanakan tugasnya, sehingga masyarakat pun akan lebih mudah mendapatkan kajian-kajian dari para penyuluh agama,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Panitia kegiatan, Kastalani SAg. Mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut ada beberapa materi yg disampaikan oleh para narasumber. Diantaranya adalah materi tentang metode dan bagaimana para penyuluh menyampaikan dakwah di masyarakat, baik bertatap muka melalui kajian-kajian atau majelis pengajian maupun melalui medsos.
“Para pemateri yg mengisi kegiatan tersebut, diantaranya Kakan Kemenag, Ketua Ikatan DAI, Kominfo dan juga ketua PWI Lamandau,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pembinaan tersebut dilaksanakan selama dua hari, dan diikuti oleh seluruh penyuluh agama Islam non PNS dan kepala KUA se Kabupaten Lamandau.
“Pesertanya terdiri dari 8 orang kepala KUA, 4 orang penyuluh fungsional dan 46 orang penyuluh agama Islam dari 8 Kecamatan se- Lamandau,” sebutnya.
Salah satu pemateri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamandau, Hendy Nurpalah menilai bahwa kegiatan pembinaan tersebut sangat positif dan dapat meningkatkan pemahaman para penyuluh agama dalam melakukan dakwah melalui media sosial.
“Para penyuluh agama diharapkan akan lebih memahami tentang kebijakan menggunakan medsos, adanya UU ITE dan positif negatifnya berdakwah melalui jaringan internet, sehingga konten-konten yang disajikan dapat lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Ketua PWI Lamandau itu.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post