NANGA BULIK – Tokoh adat dan tokoh masyarakat suku Dayak Tomun di Kecamatan Delang Kabupaten Lamandau menggelar ritual tolak bala guna mencegah mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di daerah itu.
Kegiatan tersebut bukan untuk melanggar himbauan pemerintah yang melarang pengumpulan massa, namun justru sebagai bentuk kepedulian mereka bagaimana mengantisipasi penyebarannya semakin meluas dengan cara spiritual.
“Kita disini menggelar ritual adat tolak bala yang dipercaya masyarakat adat dayak Tomun dapat menolak segala bentuk penyakit dan bala yang akan datang,” ungkap Ketua Kerukunan Dilankng Bongkabat,an Martinus Maka, Sabtu 21 Maret 2020.
Kegiatan yang dirangkai dengan peresmian perkumpulan Dilankng Bongkabat’an periode 2020-2025 di kota Nanga Bulik itu diharapkan semoga masyarakat Lamandau terhindar dari musibah.
Terbentuknya kerukunan Dilankng Bongkabat’an, lanjut Martinus Maka bertujuan untuk semakin meningkatkan rasa kekeluargaan dan tali silaturahmi antar warga suku Dayak Tomun di Delang.
“Kerukunan ini juga sebagai wadah untuk masyarakat delang Dalam bermusyawarah dan ikut serta dalam pembangunan baik pembangunan fisik, budaya, adat, bahkan religi,” ujar Maka.
Salah satu upaya yang kini telah dilaksanakan yakni upacara adat budaya untuk menangkal tersebarnya virus covid -19 di Kabupaten Lamandau, karena sebagian masyarakat Delang selain dengan doa juga mempercayai tradisi budaya tolak bala dengan melakukan tradisi adat bisa terhindar dari musibah.
“Semoga seluruh masyarakat Lamandau terhindar dari virus corona,” tukas Maka.
(btg/matakalteng.com)






















Discussion about this post