SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) untuk pertama kalinya menggelar Pemilihan Duta UMKM Tahun 2026. Program ini menjadi langkah baru pemerintah daerah dalam memperkuat promosi sekaligus pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui keterlibatan generasi muda.
Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih, mengatakan pembentukan Duta UMKM merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan terhadap pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan dunia pemasaran yang semakin mengandalkan teknologi digital.
“Kami mencoba hadir untuk mewujudkan pembinaan terhadap UMKM. Salah satunya melalui pemilihan Duta UMKM Tahun 2026 yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya, Jumat 10 Juli 2026.
Menurut Muslih, nantinya akan dipilih enam orang duta berdasarkan kategori yang telah ditentukan oleh dewan juri. Mereka tidak hanya menyandang gelar sebagai duta, tetapi juga akan menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan produk-produk unggulan UMKM Kotim.
Ia menjelaskan, para duta akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi, pameran, sosialisasi hingga kampanye pemasaran produk lokal. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi UMKM, baik di tingkat daerah maupun luar daerah.
“Harapannya mereka bisa membantu Dinas dan juga para pelaku UMKM dalam memasarkan serta mempromosikan seluruh produk UMKM yang ada di Kotim,” katanya.
Muslih menegaskan, setelah proses seleksi selesai, keenam duta tersebut tidak akan dilepas begitu saja. Pemerintah telah menyiapkan program pembinaan secara bertahap melalui berbagai pelatihan yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga maupun narasumber dari berbagai bidang.
Pelatihan tersebut akan difokuskan pada peningkatan kapasitas, kemampuan komunikasi, penguasaan teknologi informasi hingga strategi pemasaran digital sehingga para duta benar-benar mampu menjalankan perannya secara optimal.
Selain itu, DKUKMPP juga tengah menyiapkan pola kerja sama dengan berbagai perusahaan dan instansi untuk mendukung pemberdayaan UMKM. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintah saat ini, pembinaan akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pihak ketiga.
“Kami berharap bisa berinovasi melalui kerja sama dengan perusahaan maupun instansi lain agar pembinaan kepada UMKM tetap berjalan. Nantinya Duta UMKM akan ikut mendampingi kami dalam setiap kegiatan pemberdayaan,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap lahir generasi muda yang mampu menjadi wajah promosi UMKM daerah sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di era digital.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post