• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, 15 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
ad-space

Beranda » Pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim Dikebut, Dinsos Targetkan Mulai Ditempati Tahun Ajaran Baru

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kotim Dikebut, Dinsos Targetkan Mulai Ditempati Tahun Ajaran Baru

Sabtu, 23 Mei 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotim, Hawianan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotim, Hawianan.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim yang berlokasi di kawasan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Proyek pendidikan terpadu yang menjadi program pemerintah pusat tersebut ditargetkan mulai digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Dinsos Kotim) Hawianan menyampaikan progres pembangunan sekolah saat ini terus mengalami peningkatan dan diperkirakan selesai bertahap hingga September mendatang. “Terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kotim, saat ini progresnya sudah mencapai sekitar 53 persen berdasarkan informasi dari pelaksana. Informasi yang kami terima, target 30 Juni nanti ruang kelas dan asrama sudah diprioritaskan selesai,” kata Hawianan, Sabtu 23 Mei 2026.

Baca juga berita lainnya

Pemkab Kotim Ajukan Rp1,702 Triliun Rancangan KUA-PPAS 2027 ke DPRD

Kotim Targetkan Predikat “Sangat Inovatif”, 109 Inovasi Telah Dikembangkan hingga 2025

MPLS Ramah Jadi Awal Pembentukan Karakter Pelajar SMP di Kotim

Orang Tua Diminta Awasi Penggunaan Gadget Anak di Usia Remaja

Ia menjelaskan, pembangunan sekolah dilakukan secara bertahap dengan target utama penyelesaian ruang belajar dan asrama siswa terlebih dahulu agar aktivitas pendidikan bisa segera berjalan.  “Mudah-mudahan September itu sudah clear semua targetnya,” ujarnya. Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim dibangun di atas lahan hibah milik Pemerintah Kabupaten Kotim seluas sekitar 6,7 hektare. Seluruh area tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang pengembangan bakat siswa.

“Luas tanah yang kita hibahkan itu sekitar 6,7 hektare. Semua fasilitas nantinya ada di dalam areal itu, mulai fasilitas olahraga, gedung pertemuan, tempat pengembangan bakat anak-anak sampai ruang terbuka hijau,” jelasnya. Menurut Hawianan, desain pembangunan sekolah sebelumnya telah melalui proses master plan yang disusun pemerintah pusat sebelum pembangunan dimulai. Bahkan desain kawasan sekolah dibuat terintegrasi mulai dari gerbang hingga penataan ruang terbuka.

“Dari gerbang sudah didesain sedemikian rupa. Sebelum membangun memang master plan-nya sudah ada. Kita sebelumnya memberikan surat izin dan persetujuan penggunaan gedung SPG, kemudian setelah melihat desainnya akhirnya disetujui,” katanya. Berdasarkan data pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim berstatus sekolah negeri di bawah naungan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Lokasi permanennya berada di kawasan Wengga Metropolitan Baamang dan memiliki luas tanah mencapai 67.930 meter persegi.  Sementara proses pembangunan fisik seluruhnya dilaksanakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah daerah hanya bertugas membantu fasilitasi dan pengawasan di lapangan.

“Semua proses pembangunan dilaksanakan oleh pusat melalui Kementerian PU. Tugas kita di daerah dibentuk tim teknis untuk memantau dan memonitor apabila ada yang perlu difasilitasi,” ucap Hawianan. Ia mencontohkan, pemerintah daerah sempat membantu penyediaan tenda bagi pekerja proyek karena jumlah tenaga kerja di lokasi cukup banyak dan pengerjaan dilakukan secara maraton untuk mengejar target.

“Karena karyawannya sangat banyak dan bekerja mengejar target, kemarin Dinsos menyiapkan tenda tempat mereka istirahat supaya tetap bisa bekerja meskipun cuaca panas,” jelasnya. Sebelumnya, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim juga sempat dimonitor langsung oleh tim Kementerian Sosial RI bersama Dinsos Kotim untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar dan target waktu. 

Hawianan mengatakan sekolah tersebut nantinya akan menampung siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem pendidikan terpadu dan asrama. Pada tahap awal, masing-masing jenjang direncanakan menerima sekitar 90 siswa. “Kalau tidak salah tahun ini untuk semua jenjang dari SD, SMP dan SMA itu masing-masing sekitar 90 siswa. Jadi ada beberapa rombongan belajar,” katanya.

Selain siswa baru, sekitar 100 siswa yang saat ini sudah menjalani pembelajaran sementara di Islamic Center Sampit nantinya juga akan dipindahkan ke gedung permanen Sekolah Rakyat. Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim memang masih beroperasi sementara di kawasan Islamic Center Sampit, Jalan Jenderal Sudirman, Mentawa Baru Hulu, sambil menunggu pembangunan kampus permanen selesai. 

Untuk tenaga pendidik, Hawianan menyebut seluruh proses seleksi tetap dilakukan pemerintah pusat. Namun pemerintah daerah tetap membantu pemetaan kebutuhan guru sesuai kondisi daerah. “Untuk tenaga pendidik nanti dari pusat juga. Kita hanya memfasilitasi apabila ada kebutuhan informasi, misalnya guru agama tertentu atau tenaga pendidik lain yang masih kurang,” ujarnya.

Sementara itu, proses penjaringan siswa dilakukan berbeda dengan sekolah pada umumnya. Dinsos Kotim menggunakan pendekatan langsung berbasis data kesejahteraan masyarakat. “Pendamping sosial PKH sudah mulai bergerak ke lapangan. Jadi tidak membuka pendaftaran seperti sekolah umum. Kita menggunakan data by name by address,” jelas Hawianan.

Ia menegaskan program Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam data kesejahteraan sosial nasional. “Kalau memang tidak ada baru desil 3 sampai desil 4. Jadi memang benar-benar diprioritaskan untuk masyarakat tidak mampu,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka ruang verifikasi apabila ada warga miskin yang belum masuk dalam data nasional. “Nanti kalau ada usulan dari desa atau kelurahan tetap akan kita cek lapangan dulu. Karena ada juga masyarakat tidak mampu tetapi belum masuk data,” katanya.

Menurut Hawianan, minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat kini mulai meningkat seiring perkembangan pembangunan dan fasilitas yang disiapkan pemerintah. “Kalau dulu awal-awal susah mencari murid, sekarang sudah banyak yang datang ke dinas menanyakan. Tapi mekanismenya tetap seperti itu, bukan daftar langsung lalu diterima,” pungkasnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat sendiri merupakan program nasional pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Konsep sekolah berasrama terpadu tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat di daerah. 

(dia/matakalteng)

Share10Tweet6SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Semangat Hari Jadi Kalteng ke-69, Irawati Dorong Infrastruktur hingga Kesejahteraan Petani Jadi Prioritas

Next Post

Bantah Serobot Lahan, TNI Ungkap Sejarah Penguasaan Area Yonif TP 923/Mentaya

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Ajukan Rp1,702 Triliun Rancangan KUA-PPAS 2027 ke DPRD

Senin, 13 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Kotim Targetkan Predikat “Sangat Inovatif”, 109 Inovasi Telah Dikembangkan hingga 2025

Senin, 13 Juli 2026
Kotawaringin Timur

MPLS Ramah Jadi Awal Pembentukan Karakter Pelajar SMP di Kotim

Senin, 13 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Orang Tua Diminta Awasi Penggunaan Gadget Anak di Usia Remaja

Senin, 13 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Wabup Kotim Dorong Siswa Baru SMP Bangun Kemandirian Sejak Hari Pertama Sekolah

Senin, 13 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pj Sekda Kotim: Koperasi dan UMKM Harus Bertransformasi agar Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah

Minggu, 12 Juli 2026
Load More
Next Post

Bantah Serobot Lahan, TNI Ungkap Sejarah Penguasaan Area Yonif TP 923/Mentaya

Stand Kobar Raih Juara II Kategori Stand Terbaik Kalteng Expo 2026

Stand Kobar Raih Juara II Kategori Stand Terbaik Kalteng Expo 2026

Gubernur Agustiar Pimpin Upacara Hari Jadi Kalteng, Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran

DPC PPP Barsel Gelar Muscab Serentak Dapil IV Kalteng

Wabup Irawati Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Gang Mutiara, Guru Terdampak Akan Dipindahkan ke Rumah Dinas Kosong

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Bau Sampah Masih Hantui SMPN 3 Sampit, Kepala Sekolah Berharap Ada Solusi Nyata

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Kotim Instruksikan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan

Sabtu, 11 Juli 2026

BPBD Kotim Tangani Dua Titik Karhutla, Satu Berada Dekat Kawasan Bandara

Jumat, 3 Juli 2026

Berawal dari Mimpi Kecil, Siswi SD Asal Sampit Sukses Bawa Kalimantan Tengah Jadi Juara Nasional

Selasa, 30 Juni 2026

Harga Telur Terus Turun, Pemkab Kotim Sidak Distributor untuk Jaga Stabilitas Pasokan dan Lindungi Peternak

Senin, 29 Juni 2026

Diduga Tertipu Jual-beli Tanah Rp2 Miliar, Pengusaha di Palangka Raya Lapor ke Polda Kalteng

Sabtu, 27 Juni 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12234 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5951 shares
    Share 2380 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3805 shares
    Share 1522 Tweet 951
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2788 shares
    Share 1115 Tweet 697
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK