SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegaskan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) memberikan tekanan serius terhadap operasional pemerintah daerah, sehingga langkah efisiensi saja tidak lagi cukup dan penyesuaian anggaran harus segera dilakukan.
“Kenaikan BBM jelas berdampak pada operasional pemerintah daerah. Dulu kita bisa mendapatkan 100 liter, sekarang hanya 50 sampai 30 liter. Otomatis ada pembengkakan anggaran untuk operasional,” ujarnya, Jumat 1 Mei 2026.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus bergerak cepat dengan mempercepat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan agar tetap selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. “Karena itu pembahasan APBD Perubahan kita percepat supaya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini,” tegasnya.
Halikinnor juga menyoroti faktor global yang memperburuk situasi, terutama ketegangan geopolitik internasional yang berdampak pada jalur distribusi energi dunia. Ia menilai kondisi tersebut turut memicu ketidakstabilan harga BBM.
“Kita berharap konflik antara Iran, Amerika, dan Israel ini bisa segera berhenti, karena kawasan selat di sana sangat menentukan jalur perdagangan dunia yang vital. Kalau ini berlangsung lama tentu akan berpengaruh besar,” katanya.
Menurutnya, kombinasi antara kenaikan BBM dan situasi global yang tidak menentu membuat tekanan terhadap keuangan daerah semakin berat, meskipun berbagai langkah efisiensi telah dilakukan.
“Sekarang kita sudah melakukan efisiensi, ditambah lagi dengan kenaikan BBM tentunya sangat membebani. Tapi kita tetap berkomitmen mengelola anggaran semaksimal mungkin agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tandasnya.
(dia/matakalteng)



















Discussion about this post