SAMPIT – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan 17 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah sebelumnya menetapkan 75 peserta terbaik di tingkat kabupaten.
“Hari ini sudah terpilih sebanyak 75 orang yang akan menjadi Paskibraka di Kabupaten Kotawaringin Timur, namun kegiatan hari ini lebih berfokus kepada capaska yang akan melaksanakan seleksi lagi ke provinsi, jadi di antara 75 orang itu diambil lagi 17 orang putra dan putri, terdiri dari 13 putra dan 4 putri, dan nanti akan dipilih lagi sebanyak 6 orang yaitu 3 pasang, 3 putra dan 3 putri,” ujar Pelatih Paskibraka Kotim, Briptu Junedy, Kamis 23 April 2026.
Ia menjelaskan, proses seleksi menuju tingkat provinsi dilakukan lebih ketat dengan pendalaman pada aspek Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta pemeriksaan kesehatan yang lebih detail. Hal ini dilakukan karena persaingan di tingkat provinsi dinilai lebih tinggi dan membutuhkan kesiapan yang lebih matang.
“Kriterianya tidak jauh berbeda, namun dari segi penilaian kami lebih mendalami lagi terkait PBB dan juga nanti ada pemeriksaan kesehatan kembali, karena untuk bersaing di tingkat provinsi akan lebih diperhatikan bagaimana kesiapan peserta,” jelasnya.
Sebagai pelatih, Junedy mengaku optimistis para wakil Kotim mampu bersaing, bahkan menembus tingkat nasional jika lolos seleksi di provinsi. Ia berharap seluruh pasangan yang dikirim dapat memberikan hasil terbaik.
“Kami sangat mendukung dan optimis, semoga nanti dari tiga pasang yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri bisa lolos semua,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta terpilih, Danish Hafizuddin, siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya menjadi bagian dari Paskibraka Kotim. Ia mengaku telah mempersiapkan diri sejak lama demi meraih kesempatan tersebut.
“Saya sangat bersyukur karena sudah bisa bergabung menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Kotawaringin Timur. Ada susah senangnya, ada bahagianya juga, karena saya sudah berusaha dan berproses cukup lama sejak tahun 2025,” ungkapnya.
Danish menambahkan, persiapan yang dilakukan meliputi latihan fisik, peningkatan kemampuan akademik seperti tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensi umum (TIU), serta penguasaan PBB dan pembentukan kepribadian.
“Menjadi anggota Paskibraka ini adalah impian saya sejak kecil, dan tentunya ini menjadi kebanggaan bagi orang tua, sekolah, dan keluarga saya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post