• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Di Tengah Gawai dan Game Digital, Permainan Adat Dayak Jadi Sekolah Karakter yang Terlupakan

Di Tengah Gawai dan Game Digital, Permainan Adat Dayak Jadi Sekolah Karakter yang Terlupakan

Rabu, 28 Januari 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto: DOK/MATA KALTENG - Permainan tradisional dayak yang dimainkan.

Foto: DOK/MATA KALTENG - Permainan tradisional dayak yang dimainkan.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Perubahan gaya hidup anak-anak dan remaja di era digital dinilai ikut menggerus ruang belajar karakter yang selama ini tumbuh secara alami dalam budaya lokal. Bagi masyarakat Dayak, permainan tradisional justru menjadi “sekolah pertama” yang membentuk sikap, etika, dan kedewasaan generasi muda jauh sebelum mereka mengenal pendidikan formal.

Damang Kepala Adat Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sekaligus Wakil Ketua Forum Koordinasi Damang Kalimantan Tengah, Hermas Bintih Assan, menegaskan bahwa permainan adat Dayak bukanlah aktivitas pengisi waktu luang semata. Setiap permainan mengandung nilai pendidikan yang teruji oleh waktu dan diwariskan lintas generasi.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

“Dalam adat Dayak, permainan bukan hanya soal menang atau kalah. Di situ ada proses membentuk kecerdikan, kesabaran, tanggung jawab, dan sikap sportif sejak usia dini,” kata Hermas, Rabu 28 Januari 2026.

Ia mencontohkan permainan Habayang atau Bagasing yang menuntut ketelitian sejak tahap awal. Pemain harus memilih bahan yang tepat, mengolahnya dengan peralatan sederhana, lalu menguji hasilnya dalam pertandingan yang menjunjung kejujuran dan keterampilan.

“Habayang mengajarkan bahwa hasil yang baik lahir dari proses yang benar. Itu simbol kedewasaan dan kemampuan seseorang,” jelasnya.

Nilai serupa juga terdapat dalam permainan Balogo. Menurut Hermas, permainan ini melatih kemampuan berhitung, fokus, serta pengambilan keputusan yang matang. Setiap langkah harus diperhitungkan, karena kesalahan kecil dapat berdampak pada hasil akhir.

“Balogo mendidik anak-anak untuk berpikir sebelum bertindak, tidak tergesa-gesa, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” ujarnya.

Sementara Manyipet atau menyumpit, lanjut Hermas, memiliki makna yang lebih dalam. Berakar dari tradisi berburu, sipet tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga pengendalian emosi dan kedisiplinan. Dalam budaya Dayak, tidak semua orang boleh menggunakan sipet, karena hanya mereka yang dianggap matang secara mental yang berhak memilikinya.

“Manyipet adalah simbol kejayaan, tetapi juga tanggung jawab. Ketangkasan harus dibarengi etika,” katanya.

Hermas menilai, ketiga permainan tersebut membentuk karakter masyarakat Dayak yang berani namun beradab, kompetitif tetapi tetap menjunjung kebersamaan. Nilai ini sejalan dengan falsafah hidup Dayak belum hapakat, penyang hinje simpei huma betang, yang menekankan hidup rukun dan saling menghormati dalam satu komunitas.

Namun, ia mengakui bahwa keberlangsungan permainan tradisional Dayak kini menghadapi tantangan besar. Dominasi gawai, minimnya ruang bermain terbuka, serta semakin renggangnya transfer pengetahuan adat di lingkungan keluarga menjadi ancaman nyata.

“Kalau generasi muda hanya mengenal permainan digital, sementara permainan adat tidak lagi dipraktikkan, maka yang hilang bukan hanya permainannya, tetapi nilai hidupnya,” tegas Hermas.

Karena itu, ia mendorong peran aktif orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, muatan lokal, hingga festival budaya dan penyediaan ruang publik berbasis kearifan lokal.

“Permainan tradisional Dayak harus terus dimainkan, bukan hanya dikenang. Di sanalah karakter generasi Dayak dibentuk, untuk hari ini dan masa depan,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Di Balik Gerak Melingkar Manasai, Pesan Hidup Orang Dayak yang Kian Tergerus Zaman

Next Post

Masuk Fase Cuaca Rawan, DPRD Kotim Soroti Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Masuk Fase Cuaca Rawan, DPRD Kotim Soroti Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Awal Tahun

Kapolda Kalteng Harapkan Pemuda Berperan Aktif Menjaga Kamtibmas

Kelurahan Panarung Dorong Kesadaran Warga Jaga Fungsi Drainase

Bupati Kapuas Sambut Kunjungan Kerja Wakapolda Kalteng di Polres Kapuas

Kelurahan Panarung Siapkan Bazar Ramadhan Selama Sebulan, Dorong UMKM Lokal Bangkit

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK