• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, 25 Juli 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Di Tengah Gawai dan Game Digital, Permainan Adat Dayak Jadi Sekolah Karakter yang Terlupakan

Di Tengah Gawai dan Game Digital, Permainan Adat Dayak Jadi Sekolah Karakter yang Terlupakan

Rabu, 28 Januari 2026
in Kotawaringin Timur
A A
Foto: DOK/MATA KALTENG - Permainan tradisional dayak yang dimainkan.

Foto: DOK/MATA KALTENG - Permainan tradisional dayak yang dimainkan.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Perubahan gaya hidup anak-anak dan remaja di era digital dinilai ikut menggerus ruang belajar karakter yang selama ini tumbuh secara alami dalam budaya lokal. Bagi masyarakat Dayak, permainan tradisional justru menjadi “sekolah pertama” yang membentuk sikap, etika, dan kedewasaan generasi muda jauh sebelum mereka mengenal pendidikan formal.

Damang Kepala Adat Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sekaligus Wakil Ketua Forum Koordinasi Damang Kalimantan Tengah, Hermas Bintih Assan, menegaskan bahwa permainan adat Dayak bukanlah aktivitas pengisi waktu luang semata. Setiap permainan mengandung nilai pendidikan yang teruji oleh waktu dan diwariskan lintas generasi.

Baca juga berita lainnya

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

“Dalam adat Dayak, permainan bukan hanya soal menang atau kalah. Di situ ada proses membentuk kecerdikan, kesabaran, tanggung jawab, dan sikap sportif sejak usia dini,” kata Hermas, Rabu 28 Januari 2026.

Ia mencontohkan permainan Habayang atau Bagasing yang menuntut ketelitian sejak tahap awal. Pemain harus memilih bahan yang tepat, mengolahnya dengan peralatan sederhana, lalu menguji hasilnya dalam pertandingan yang menjunjung kejujuran dan keterampilan.

“Habayang mengajarkan bahwa hasil yang baik lahir dari proses yang benar. Itu simbol kedewasaan dan kemampuan seseorang,” jelasnya.

Nilai serupa juga terdapat dalam permainan Balogo. Menurut Hermas, permainan ini melatih kemampuan berhitung, fokus, serta pengambilan keputusan yang matang. Setiap langkah harus diperhitungkan, karena kesalahan kecil dapat berdampak pada hasil akhir.

“Balogo mendidik anak-anak untuk berpikir sebelum bertindak, tidak tergesa-gesa, dan bertanggung jawab atas pilihannya,” ujarnya.

Sementara Manyipet atau menyumpit, lanjut Hermas, memiliki makna yang lebih dalam. Berakar dari tradisi berburu, sipet tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga pengendalian emosi dan kedisiplinan. Dalam budaya Dayak, tidak semua orang boleh menggunakan sipet, karena hanya mereka yang dianggap matang secara mental yang berhak memilikinya.

“Manyipet adalah simbol kejayaan, tetapi juga tanggung jawab. Ketangkasan harus dibarengi etika,” katanya.

Hermas menilai, ketiga permainan tersebut membentuk karakter masyarakat Dayak yang berani namun beradab, kompetitif tetapi tetap menjunjung kebersamaan. Nilai ini sejalan dengan falsafah hidup Dayak belum hapakat, penyang hinje simpei huma betang, yang menekankan hidup rukun dan saling menghormati dalam satu komunitas.

Namun, ia mengakui bahwa keberlangsungan permainan tradisional Dayak kini menghadapi tantangan besar. Dominasi gawai, minimnya ruang bermain terbuka, serta semakin renggangnya transfer pengetahuan adat di lingkungan keluarga menjadi ancaman nyata.

“Kalau generasi muda hanya mengenal permainan digital, sementara permainan adat tidak lagi dipraktikkan, maka yang hilang bukan hanya permainannya, tetapi nilai hidupnya,” tegas Hermas.

Karena itu, ia mendorong peran aktif orang tua, sekolah, dan pemerintah daerah untuk kembali menghidupkan permainan tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari lingkungan keluarga, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, muatan lokal, hingga festival budaya dan penyediaan ruang publik berbasis kearifan lokal.

“Permainan tradisional Dayak harus terus dimainkan, bukan hanya dikenang. Di sanalah karakter generasi Dayak dibentuk, untuk hari ini dan masa depan,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Di Balik Gerak Melingkar Manasai, Pesan Hidup Orang Dayak yang Kian Tergerus Zaman

Next Post

Masuk Fase Cuaca Rawan, DPRD Kotim Soroti Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Krisis Air Bersih di Teluk Sampit, Wabup Kotim Turun Langsung Pastikan Distribusi Berjalan

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026 Jadi Momentum Perkuat Sinergi, BNNK Kotim Fokus Lindungi Generasi Muda

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Tani Merdeka Kotim Ditargetkan Bangun Jaringan hingga Desa, Fokus Kawal Persoalan Petani

Rabu, 22 Juli 2026
Kotawaringin Timur

Pasar Rakyat Dituntut Beradaptasi di Tengah Perubahan Perdagangan, APPSI Kalteng Bahas Strategi Penguatan Pedagang

Selasa, 21 Juli 2026
Load More
Next Post

Masuk Fase Cuaca Rawan, DPRD Kotim Soroti Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Awal Tahun

Kapolda Kalteng Harapkan Pemuda Berperan Aktif Menjaga Kamtibmas

Kelurahan Panarung Dorong Kesadaran Warga Jaga Fungsi Drainase

Bupati Kapuas Sambut Kunjungan Kerja Wakapolda Kalteng di Polres Kapuas

Kelurahan Panarung Siapkan Bazar Ramadhan Selama Sebulan, Dorong UMKM Lokal Bangkit

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

HANI 2026, Pemkab Kotim Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Bersih dari Narkoba

Kamis, 23 Juli 2026

BPBD Kotim Padamkan Karhutla di Perumahan CMDP, Api Melalap 1 Hektare Lahan Gambut

Kamis, 23 Juli 2026

Tabligh Akbar Bersama Ning Umi Laila, Irawati Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Selasa, 21 Juli 2026

Kotim Sepakati Raperda Penanganan Kawasan Kumuh, Perkuat Dasar Hukum Penataan Permukiman

Senin, 20 Juli 2026

PAN Kotim Tancap Gas Usai Terima SK, Abdul Hafid Bidik Tambah Kursi DPRD dan Perkuat Ranting

Minggu, 19 Juli 2026

Kotim Siaga Ganda Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Dampaknya Mengancam Kesehatan dan Pertanian

Rabu, 15 Juli 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12235 shares
    Share 4894 Tweet 3059
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5952 shares
    Share 2381 Tweet 1488
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4269 shares
    Share 1708 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3807 shares
    Share 1523 Tweet 952
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3618 shares
    Share 1447 Tweet 905
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2790 shares
    Share 1116 Tweet 698
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2367 shares
    Share 947 Tweet 592
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK