SAMPIT — Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kabupaten Kotawaringin Timur Tahun 2025 resmi dibuka di Balai Basarah Penyang Hantampung, Sampit. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah organisasi untuk periode kepengurusan 2026–2031.
Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana serta seluruh jajaran MD-AHK Kotim atas kesiapan dan komitmen dalam menyelenggarakan Musda tersebut.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia pelaksana serta seluruh jajaran MD-AHK atas undangan dan kesiapan dalam menyelenggarakan Musda ke-VII ini. Kegiatan ini merupakan momen penting dan strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan, khususnya untuk periode 2026 hingga 2031,” ujar Wim RK Benung, Selasa 23 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa Musda bukan sekadar forum pemilihan kepengurusan, melainkan juga wadah untuk bermusyawarah, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan langkah-langkah nyata dalam memperkuat peran umat Hindu Kaharingan di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Wim juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, serta semangat hapakat basara dalam setiap pengambilan keputusan organisasi agar tetap sejalan dengan jati diri dan budaya masyarakat Dayak.
Pemerintah daerah, lanjutnya, senantiasa mendukung peran organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan, kedamaian, dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kotawaringin Timur.
“Saya berharap MD-AHK dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan umat, penguatan nilai moral dan spiritual, serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga berharap Musda VII ini dapat menghasilkan kepengurusan yang amanah, berintegritas, serta mampu bekerja secara kolektif demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan umat Hindu Kaharingan di Kotim.
Sementara itu, Ketua MD-AHK Kotim, Rena, menjelaskan bahwa Musda ke-VII digelar sebagai bagian dari mekanisme organisasi untuk memilih kepengurusan baru, mengingat masa bakti kepengurusan Majelis Daerah berlangsung selama lima tahun.
“Musda ke-7 ini dilaksanakan karena masa bakti Majelis Daerah hanya lima tahun. Hari ini kita melaksanakan pemilihan untuk periode 2026 sampai dengan 2031,” jelas Rena.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang selama ini telah membantu MD-AHK Kotim, baik dalam bentuk fasilitasi kegiatan maupun bantuan hibah untuk lembaga keagamaan Hindu Kaharingan.
“Atas bantuan dari pemerintah daerah kepada lembaga keagamaan Hindu Kaharingan, baik berupa dana hibah maupun dukungan lainnya, kami mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.
Rena juga mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi MD-AHK Kotim selama menjalankan pelayanan umat, terutama di wilayah kecamatan dan desa yang sulit dijangkau.
“Banyak tantangan yang kami hadapi, terutama saat melaksanakan pelayanan di kecamatan yang sangat jauh. Kadang kami harus mendatangi desa dengan naik sampan atau klotok. Risiko tenggelam itu nyata, dan nyawa menjadi taruhannya,” katanya.
Selain keterbatasan akses transportasi, kendala jaringan komunikasi di tingkat desa juga menjadi hambatan dalam pelayanan umat. Kondisi operasional lembaga yang terbatas turut mempersulit mobilitas pengurus dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan.
Rena mengungkapkan bahwa kendaraan operasional yang dimiliki MD-AHK saat ini sudah tidak layak pakai. Bahkan, dalam beberapa kesempatan ia harus menggunakan kendaraan pribadi untuk melayani umat ke wilayah yang jalannya berisiko.
“Mobil operasional kami sudah hampir tidak layak. Kadang saya harus memakai mobil pribadi sendiri untuk melayani umat, terutama ke kecamatan yang jauh dan jalannya berisiko,” ujarnya.
Ia pun berharap ke depan pemerintah daerah dapat memberikan dukungan berupa kendaraan operasional baru serta ambulans khusus bagi lembaga keagamaan Hindu Kaharingan. Menurutnya, keberadaan ambulans sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu umat saat terjadi kedukaan.
“Ambulans sangat dibutuhkan. Kasihan umat kami, kalau ada yang meninggal di rumah sakit, sering kesulitan mencari kendaraan untuk membawa jenazah pulang ke kampung,” tuturnya.
Dalam Musda kali ini, Rena menyatakan kembali maju sebagai calon ketua untuk periode selanjutnya. Ia berharap, apabila kembali dipercaya, MD-AHK Kotim dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun umat Hindu Kaharingan yang lebih maju, bermartabat, dan beriman sesuai ajaran agama Hindu Kaharingan.
“Harapan kami, ke depan bersama pemerintah daerah kita bisa membangun umat Hindu Kaharingan yang lebih maju, lebih bermartabat, dan kuat dalam keimanan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post