SAMPIT – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pariyati Umar Kaderi, menegaskan bahwa terwujudnya Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga yang kuat, hangat, dan berkualitas. Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mampu memberikan asih, asuh, dan asah secara seimbang.
“Asih adalah kasih sayang, asuh adalah stimulasi dan pendidikan yang cukup. Karena itu, peran keluarga, khususnya peran perempuan, sangat-sangat penting untuk memastikan setiap anak tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya,” ujar Pariyati, Rabu 17 Desembee 2025.
Ia menekankan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir secara instan. Cita-cita besar tersebut dibangun melalui kesabaran, kerja keras, dan ketulusan yang dilakukan sejak hari ini, terutama dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
“Indonesia Emas tidak dibangun dari proses yang instan. Ia dibangun oleh kesabaran hari ini, kerja keras hari ini, dan ketulusan hari ini. Apa yang kita tanam dalam keluarga dan organisasi saat ini, itulah yang akan dituai bangsa ini dua puluh tahun mendatang,” tegasnya.
Pariyati menilai Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam menyiapkan fondasi Indonesia masa depan. Melalui keluarga-keluarga yang dibina, nilai-nilai yang ditanamkan, serta keteladanan yang dihadirkan, DWP secara nyata berkontribusi dalam membentuk generasi emas Indonesia.
“Peran kita sebagai istri, ibu, dan anggota organisasi bukanlah peran yang kecil. Justru dari tangan perempuanlah karakter bangsa ditempa. Dari rumah yang harmonis lahir anak-anak yang berintegritas, dan dari ibu yang cerdas serta berdaya tumbuh generasi yang siap bersaing secara global,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa melalui Dharma Wanita Persatuan, perempuan tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai subjek yang memberi makna dan arah. Menurutnya, anggota DWP tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi turut mengambil peran aktif dalam membentuk peradaban.
“Kita tidak hanya mengikuti zaman, tetapi ikut membentuk arah zaman itu sendiri,” katanya.
Seiring bertambahnya usia organisasi, Pariyati berharap Dharma Wanita Persatuan semakin matang dalam visi, semakin kuat dalam peran, dan semakin luas manfaatnya bagi masyarakat.
Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kebersamaan dengan cinta, menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, serta menjalani setiap peran dengan sepenuh hati.
Ke depan, ia berharap Dharma Wanita Persatuan semakin memperkuat perannya dalam berbagai sektor strategis, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan masyarakat, peningkatan kesadaran kesehatan keluarga, penguatan ekonomi perempuan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika sosial.
“Mari kita jadikan Dharma Wanita Persatuan bukan hanya organisasi yang aktif dalam kegiatan, tetapi juga hidup dalam nilai. Bukan hanya solid dalam struktur, tetapi juga hangat dalam rasa kebersamaan,” tuturnya.
Ia pun berharap Dharma Wanita Persatuan dapat menjadi ruang tumbuh bagi perempuan Indonesia yang bersinar, cerdas dalam berpikir, tangguh menghadapi tantangan, serta lembut dalam kasih sayang, demi terwujudnya generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post