SAMPIT – Pertumbuhan kawasan perumahan dan permukiman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini turut menjadi perhatian Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mentaya yang berkomitmen memperluas akses layanan air bersih hingga ke wilayah-wilayah baru.
Plt Kepala Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam mendukung pembangunan hunian baru.
“Kami menyadari bahwa saat ini pertumbuhan perumahan dan permukiman cukup pesat. Fokus kami adalah membenahi sistem yang sudah ada sekaligus menyiapkan investasi pelayanan air bersih yang murah dan efisien,” ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.
Edy menjelaskan, salah satu program besar yang akan direalisasikan pada tahun 2026 adalah pemasangan 1.200 sambungan rumah (SR) baru yang didanai oleh pemerintah pusat. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Inpres Air Minum tahun 2024 yang sebelumnya tertunda.
“Insya Allah tahun depan akan dilanjutkan kembali dan masuk ke Sampit sebanyak 1.200 SR. Semua sudah diverifikasi oleh Inspektorat dan didanai dari pemerintah pusat. Pemasangan gratis, namun masyarakat hanya dikenakan biaya pendaftaran sekitar Rp275 ribu hingga Rp300 ribu,” jelasnya.
Menurutnya, jika dilakukan secara mandiri, masyarakat harus membayar hampir Rp1,98 juta untuk pemasangan sambungan baru tanpa subsidi. Oleh karena itu, program ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Lebih lanjut, Edy menyebutkan bahwa Perumdam Tirta Mentaya juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Air Minum untuk memfasilitasi pelaksanaan program tersebut.
Namun demikian, keterbatasan keuangan daerah menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk pengembangan jaringan di kawasan perumahan skala besar.
“Kalau yang kecil-kecil masih bisa kami tangani, tapi kalau lingkupnya luas seperti kompleks perumahan, kami harap bisa kerja sama dengan pihak pengembang. Misalnya, pengembang menyediakan pipa, sementara kami menyalurkan airnya. Pola seperti ini sudah pernah kami terapkan di Perumahan Wengga,” terangnya.
Untuk memperluas layanan, pihaknya juga terus mengajukan kegiatan pembangunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan dari dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kotim.
“Kami tidak tinggal diam. Saat ini ada tiga proyek yang bersumber dari dana pokir dewan dan sudah berjalan di beberapa kecamatan. Ini membuktikan adanya sinergi antara kami, pemerintah, dan legislatif dalam memperluas jangkauan layanan air bersih,” imbuhnya.
Edy menegaskan, komitmen Perumdam Tirta Mentaya adalah memastikan seluruh masyarakat Kotim, terutama di kawasan berkembang, mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
“Kami ingin semua masyarakat, baik di perkotaan maupun di pinggiran, bisa menikmati layanan air bersih dengan mudah, cepat, dan terjangkau,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post